Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dirawat Sebulan di RS, Mahathir Mohamad Diperbolehkan Pulang 2 Hari
Advertisement . Scroll to see content

Mahathir Mohamad Minta Zakir Naik Tak Memancing Sentimen Rasial

Sabtu, 21 Desember 2019 - 16:03:00 WIB
Mahathir Mohamad Minta Zakir Naik Tak Memancing Sentimen Rasial
Mahathir Mohamad (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

KUALA LUMPUR, iNews.id - Ulama Zakir Naik hadir di KTT Kuala Lumpur 2019, pertemuan membahas isu seputar permasalahan dunia Islam. Ini diyakini sebagai kemunculan pertamanya di acara yang diadakan pemerintah sejak kasus tuduhan rasisme terhadapnya.

Pada acara itu juga hadir Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad serta tiga kepala negara lain yakni Presiden Turki, Presiden Iran, dan pemimpin Qatar.

Di forum itu Mahathir meminta kepada Zakir untuk memancing sentimen rasial. Hal ini terkait dengan tuduhan terhadap Zakir yang ramai beberapa bulan lalu, yakni ditujukan kepada kalangan Hindu India dan China.

Terlebih lagi, India, negara asal Zakir, sedang menghadapi krisis yakni penolakan muslim terhadap pemberlakuan UU Amandemen Kewarganegaraan.

"Zakir Naik diberitahu untuk tidak memancing sentimen rasial. Dia ada di sini tapi kami juga menghadapi banyak pernyataan rasial yang dibuat banyak orang," kata Mahathir, dalam konferensi pers, dikutip dari The Star, Sabtu (21/12/2019).

"Kami harus meminta orang-orang untuk tidak berkomentar tentang rasial di Malaysia karena ini adalah masalah sensitif dan kami tidak ingin memprovokasi dan memusuhi warga dan ras di negara ini," kata Mahathir, lagi.

Saat itu Zakir juga hadir dalam konferensi pers.

Dia dituduh menghina komunitas Hindu India dan China dalam rekaman video yang kemudian menjadi viral pada Agustus. Sejak itu Zakir dilarang berceramah di beberapa negara bagian, namun masih diundang dan menghadiri acara-acara ke-Islaman.

Zakir membantah telah berbuat rasis. Dia menyebut ada pihak yang mencoba menafsirkan ceramahnya pada 3 Agustus 2019 di Kota Baru, Kelantan, itu di luar konteks.

Pemerintah Malaysia sebenarnya ingin mengeluarkan Zakir Naik meskipun dia sudah mendapat status warga tetap. Namun Mahathir mengatakan tak ada negara yang sejauh ini mau menerimanya.

Belakangan Kementerian Luar Negeri Malaysia menyatakan akan mengirim surat resmi kepada Pemerintah India, berisi penjelasan bahwa pihaknya tak akan memulangkan Naik ke negara asalnya.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut