Lukisan Dinding Gua di Maros Sulsel Pecahkan Rekor Karya Seni Naratif Tertua di Dunia
JAKARTA, iNews.id - Gambar sekelompok orang mengelilingi babi besar sebagaimana terpampang di dinding sebuah gua Sulawesi Selatan (Sulsel) dianggap sebagai karya seni naratif buatan manusia tertua di dunia. Lukisan dinding itu berada di Gua Leang Karampuang, Kabupaten Maros-Pangkep, Sulsel.
Gambarnya sudah tak begitu jelas, namun masih bisa terlihat tiga orang mengelilingi babi berwarna merah yang besar. Hasil penelitian terbaru yang dirilis pada Rabu (3/7/2024) mengungkap, lukisan gua itu berusia lebih dari 51.000 tahun.
“Ini adalah bukti tertua dari kejadian yang bercerita,” kata Maxime Aubert, arkeolog dari Universitas Griffith Australia, seperti dikutip dari AFP, Kamis (4/7/2024).
Aubert menambahkan, tim masih mempelajari perilaku para manusia purba terkait dengan lukisan itu.
Mengenal Lembah Purba, Surga Tersembunyi di Sukabumi yang Bikin Will Smith Kepincut!
“Kami tidak tahu persis apa yang mereka lakukan,” aku Aubert, tuturnya.
Dia menduga lukisan tersebut kemungkinan besar dibuat oleh sekelompok manusia pertama yang berpindah dari Asia Tenggara sebelum tiba di Australia sekitar 65.000 tahun lalu. Oleh karena itu, Aubert yakin ada lukisan dinding gua lainnya yang berusia lebih tua.
Mengenal Pegunungan Karst Raksasa di Kalimantan Timur, di Dalamnya Ada Lukisan Purba
“Mungkin hanya masalah waktu saja sebelum kita menemukan sampel yang lebih tua,” ujarnya.
Lukisan tiga orang mengeliling babi itu mengalahkan rekor gambar dinding gua sebelumnya pada 2019 yang juga berada di Indonesia. Gambar sebelumnya juga menceritakan seputar perburuan yang diperkirakan berusia hampir 44.000 tahun.
Aubert menjelaskan, penemuan terbaru yang penanggalannya ditentukan menggunakan teknik laser tersebut menandai untuk pertama kalinya, manusia bisa mendeteksi karya seni yang usianya menembus 50.000 tahun. Menurut dia, temuan ini sekali lagi menunjukkan bahwa manusia purba mampu menceritakan kisahnya secara 'canggih' melalui seni. Ini juga bisa menulis ulang pemahaman manusia mengenai evolusi kognitif manusia.
“Penemuan kami menunjukkan, bercerita merupakan bagian yang usianya jauh lebih tua dalam sejarah manusia, dibandingkan yang diperkirakan sebelumnya,” kata Adam Brumm, arkeolog lain yang juga terlibat dalam menulis penelitian.
Para peneliti menggunakan metode baru menggunakan laser dan software komputer untuk membuat “peta” sampel batuan. Teknik ablasi laser ini lebih akurat, mudah, cepat, murah, dan hanya membutuhkan sampel batuan jauh lebih kecil dibandingkan metode sebelumnya yang memanfaatkan seri uranium.
Metode ini digunakan pertama kali saat menguji coba temuan gambar pemegang rekor sebelumnya. Hasilnya usia gambar dinding gua yang menjadi pemegang rekor sebelumnya adalah 48.000 tahun atau 4.000 tahun lebih tua dari penghitungan menggunakan metode seri uranium pada 2019.
Tim kemudian mencoba metode itu pada lukisan di sebuah gua di Maros. Hasilnya menunjukkan usia lukisan itu setidaknya 51.200 tahun. Lukisan tersebut sebenarnya ditemukan pertama kali pada 2017, namun para ahli tak bisa langsung menentukan usianya.
Seni naratif pertama diperkirakan muncul di Eropa yakni patung “manusia singa” yang ditemukan di Jerman dengan usia sekitar 40.000.
Editor: Anton Suhartono