Kronologi Lengkap Outbreak Flu Perut di Kapal Pesiar Ambition yang Gegerkan Dunia
PARIS, iNews.id - Wabah flu perut atau gastroenteritis di kapal pesiar Ambition mendadak menjadi perhatian internasional setelah lebih dari 1.700 penumpang dan awak kapal dilarang turun oleh otoritas kesehatan Prancis.
Insiden kesehatan di tengah pelayaran wisata Eropa itu memicu kekhawatiran publik, terlebih saat dunia juga masih menyoroti perkembangan kasus Hantavirus yang beberapa waktu terakhir ramai dibahas.
Berikut kronologi lengkap outbreak flu perut di kapal pesiar Ambition. Simak beritanya hanya di artikel ini.
Kapal pesiar Ambition memulai perjalanan wisata selama 14 hari dari Belfast, Irlandia Utara, pada 8 Mei 2026. Kapal tersebut membawa total 1.187 penumpang, mayoritas warga Inggris, serta 514 awak kapal.
Rute pelayaran mencakup sejumlah wilayah di Prancis bagian barat dan Spanyol.
Di tengah perjalanan, sejumlah penumpang mulai melaporkan gejala gangguan pencernaan seperti muntah dan diare.
Pihak operator kapal, Ambassador Cruise Line, kemudian mengidentifikasi adanya kasus penyakit gastrointestinal yang diduga merupakan gastroenteritis virus atau flu perut.
Situasi disebut mulai memburuk setelah kapal singgah di Liverpool pada Sabtu lalu, ketika penumpang tambahan naik ke atas kapal.
Hingga 13 Mei 2026, operator kapal mengonfirmasi terdapat 48 kasus aktif penyakit gastrointestinal di kalangan penumpang dan satu kasus pada awak kapal.
Pihak kapal langsung menerapkan langkah sanitasi tambahan, termasuk pembersihan intensif area publik, disinfeksi berkala, hingga layanan makanan dengan bantuan petugas untuk meminimalkan kontak langsung.
Penumpang juga terus diimbau menjaga kebersihan tangan selama pelayaran berlangsung.
Ketegangan meningkat saat kapal dijadwalkan bersandar di Bordeaux, Prancis. Otoritas kesehatan Prancis memutuskan seluruh penumpang dan awak kapal tidak boleh turun sementara waktu sampai investigasi selesai dilakukan.
Tim medis khusus naik ke kapal untuk melakukan pemeriksaan kesehatan serta mengambil sampel guna diuji di Rumah Sakit Universitas Bordeaux.
Hasil laboratorium membutuhkan waktu sedikitnya enam jam sebelum otoritas menentukan langkah berikutnya.
Selama proses tersebut berlangsung, seluruh wisata darat dibatalkan dan penumpang dijanjikan pengembalian dana penuh.
Di tengah outbreak tersebut, seorang penumpang pria berusia 92 tahun dilaporkan meninggal dunia di atas kapal pada Jumat lalu.
Namun Ambassador Cruise Line menegaskan pria tersebut tidak mengalami gejala gastroenteritis.
Penyebab kematian masih menunggu hasil pemeriksaan resmi dari pihak koroner.
Munculnya wabah penyakit di kapal pesiar sempat memunculkan spekulasi publik terkait Hantavirus yang belakangan menjadi perhatian global.
Namun otoritas kesehatan regional Prancis menegaskan outbreak gastroenteritis di Ambition tidak berkaitan dengan klaster Hantavirus yang sebelumnya dilaporkan di kapal mewah MV Hondius.
Gastroenteritis sendiri merupakan infeksi saluran pencernaan yang umumnya disebabkan oleh norovirus, rotavirus, atau adenovirus.
Penyakit ini sangat mudah menular di lingkungan tertutup seperti kapal pesiar, terutama melalui makanan, permukaan benda, atau kontak antarpenumpang.
Sementara itu, Hantavirus hingga kini masih menjadi perhatian komunitas kesehatan global setelah sejumlah laporan kemunculan varian dan kasus baru di beberapa negara.
Pakar kesehatan dunia sebelumnya mengingatkan bahwa Hantavirus memiliki beberapa tipe berbeda yang tersebar di Asia, Eropa, hingga Amerika. Virus ini ditularkan terutama melalui paparan urine, air liur, atau kotoran hewan pengerat seperti tikus.
Gejalanya dapat berupa demam, nyeri otot, gangguan pernapasan, hingga gagal ginjal pada kasus berat.
Meski demikian, para ahli menegaskan Hantavirus berbeda jauh dengan gastroenteritis virus maupun Covid-19 karena penularannya tidak semudah virus saluran napas biasa.
Hingga kini belum ada indikasi outbreak Hantavirus dalam skala pandemi global, namun pemantauan internasional masih terus dilakukan untuk mendeteksi potensi penyebaran baru.
Editor: Muhammad Sukardi