SEOUL, iNews.id – Korea Selatan membuka peluang untuk mempersenjatai Ukraina di tengah konflik negara Eropa Timur itu dengan Rusia. Sebelumnya, Seoul hanya sebatas memberikan bantuan kemanusiaan dan ekonomi kepada Kiev untuk mempertahankan diri dari serangan Moskow.
Presiden Korsel, Yoon Suk Yeol mengatakan, negaranya akan memberikan bantuan militer kepada Ukraina jika terjadi serangan sipil berskala besar di negeri bekas Uni Soviet itu. Pernyataan Yoon tersebut menjadi pertanda pergeseran sikapnya terkait pasokan persenjataan kepada Ukraina untuk pertama kalinya.
Eks Polisi Ini Dibebaskan usai 30 Tahun Dipenjara atas Suap Rp3.700, tapi Esok Harinya Meninggal
Dalam wawancara dengan Reuters, Yoon mengatakan, pemerintahnya telah menjajaki berbagai upaya untuk membantu mempertahankan dan membangun kembali Ukraina. Menurut dia, situasi ini sama seperti ketika Korea Selatan menerima bantuan internasional selama Perang Korea 1950-1953.
“Jika ada situasi yang tidak dapat dimaafkan oleh komunitas internasional, seperti serangan skala besar terhadap warga sipil, pembantaian atau pelanggaran serius terhadap hukum perang, mungkin sulit bagi kami untuk hanya memberikan dukungan kemanusiaan atau keuangan,” kata Yoon.
Menhan Shoigu Sebut Armada Pasifik Rusia Sudah Siap Tempur, Apa Maksudnya?
Ini adalah pertama kalinya Seoul menyatakan kesediaan untuk memberikan senjata ke Ukraina, lebih dari setahun setelah mengesampingkan kemungkinan bantuan mematikan kepada Kiev.
Korsel menjadi salah satu sekutu utama Amerika Serikat di Asia. Negeri ginseng itu juga menjadi produsen utama amunisi artileri. Sejak pecahnya perang di Ukraina, ada tekanan yang meningkat dari negara-negara barat terhadap Seoul untuk mengirimkan pasokan senjata ke Kiev.
Rusia: Kemenangan Kami di Ukraina Itu Urusan Hidup dan Mati!
Kendati demikian, Korsel sampai sejauh ini berusaha menghindari permusuhan dengan Rusia, lantaran banyak perusahaannya beroperasi di negeri beruang merah. Di samping itu, kuatnya pengaruh Moskow atas Korea Utara juga menjadi pertimbangan Seoul untuk berhati-hati mengambil sikap terkait Ukraina.
Militer Rusia Bentuk Grup Khusus Bertugas Hancurkan Tank-Tank Kiriman Barat di Ukraina
“Saya percaya tidak akan ada batasan sejauh mana dukungan untuk mempertahankan dan memulihkan negara yang telah diserang secara ilegal baik di bawah hukum internasional maupun domestik,” kata Yoon.
“Namun, mengingat hubungan kami dengan pihak-pihak yang terlibat dalam perang dan perkembangan di medan perang, kami akan mengambil tindakan yang paling tepat,” ujarnya.
Yoon dijadwalkan mengunjungi Amerika Serikat minggu depan untuk menghadiri pertemuan puncak dengan Presiden AS Joe Biden. Kunjungan tersebut menandai peringatan 70 tahun aliansi kedua negara.
Editor: Ahmad Islamy Jamil