SEOUL, iNews.id - Seorang pejabat Korea Utara (Korut) yang kembali dari China dilaporkan diduga dieksekusi karena pergi ke pemandian umum. Dia disebut melanggar karantina sehingga dieksekusi.
Namun para ahli menyatakan ragu atas klaim Korut tersebut; negara itu diduga tidak memiliki satu pun kasus virus korona.
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
Dilaporkan New York Post, Minggu (16/2/2020), pejabat perdagangan yang ditempatkan di ruang isolasi setelah bepergian ke China ditangkap dan langsung ditembak mati karena dianggap menyebarkan risiko penyebaran penyakit mematikan itu,
Kantor berita Dong-a Ilbo Korea Selatan melaporkan, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un berjanji memerintah dengan hukum militer terhadap siapa pun yang meninggalkan karantina tanpa izin.
Kim Jong Un Akhirnya Muncul Setelah 22 Hari Hilang di Tengah Ancaman Virus Korona
Sementara itu, seorang pejabat di Badan Keamanan Nasional Korea Utara diasingkan untuk bekerja di sebuah pertanian karena menyembunyikan perjalanan baru-baru ini ke China, menurut The Mirror.