Korban Tewas Terjangan Banjir di Himalaya India Jadi 40 Orang, 75 Masih Hilang
NEW DELHI, iNews.id - Korban tewas akibat luapan air Danau Lhonak di wilayah Himalaya Negara Bagian Sikkim, India, bertambah menjadi 40 orang hingga Jumat (6/10/2023). Danau glasial itu meluap pada Rabu (4/10/2023) dipicu curah hujan yang tinggi dan diperparah dengan longsoran salju.
Tim penyelamat mencari puluhan orang yang dilaporkan hingga saat ini. Banyak korban tersapu banjir saat air bah datang menyapu permukiman.
Ini adalah salah satu bencana terburuk di Sikkim sejak lebih dari 50 tahun. Para ilmuwan menganggap musibah ini sebagai dampak dari perubahan iklim.
Untuk mengantisipasi musibah serupa di waktu mendatang, para pakar dan otoritas di India sedang sedang membuat sistem peringatan dini banjir Danau Lhonak. Sistem tersebut memberi lebih banyak waktu bagi warga untuk mengungsi saat aktif.
India Akan Larang Semua Pilot Pakai Parfum saat Bertugas
Pejabat Sikkim menyebut jumlah korban tewas di wilayahnya sebanyak 18 orang. Korban tewas tambahan, yakni 22 orang, dilaporkan otoritas Negara Bagian Benggala Barat yang bersebelahan. Tim penyelamat di sana menemukan 22 jenazah yang tersapu banjir.
Selain itu 75 orang dilaporkan masih hilang.
Hubungan Makin Panas, India Minta 41 Diplomat Kanada Hengkang Paling Lambat Pekan Depan
“Ketinggian air telah surut di beberapa daerah tapi wilayah utara Sikkim terputus total. Tim bantuan tidak bisa mencapai daerah yang terkena dampak di sana,” kata Tseten Bhutia, seorang pejabat pemerintah negara bagian, dikutip dari Reuters.
Sekitar 2.400 orang dievakuasi sejauh ini dan 7.600 orang berada di penampungan sementara.
Editor: Anton Suhartono