Korban Tewas 37 Orang, Trump Kunjungi Wilayah Terdampak Badai Florence
WILMINGTON, iNews.id - Jumlah korban tewas akibat Badai Florence yang menerjang wilayah Amerika Serikat (AS) meningkat menjadi 37 orang, termasuk dua perempuan yang tenggelam saat mobil polisi yang membawa mereka menuju fasilitas kesehatan mental tersapu banjir.
Presiden Donald Trump, sementara itu, tiba di salah satu wilayah paling terdampak badai yaitu North Carolina Utara pada Rabu (19/8/2018). Dia turut membantu para sukarelawan membagikan makanan di sebuah gereja di kota pesisir New Bern.
"Bagaimana rumahnya?" tanya Trump, saat berbincang dengan warga, seperti dilaprokan The Associated Press, Kamis (20/9/2018).
Trump terdengar meminta satu orang untuk membagikan wadah makanan plastik berisi hot dog, keripik, dan buah.
5 Orang Tewas akibat Badai Florence di AS, Termasuk Ibu dan Bayinya
Dia juga menjanjikan akan memberi dukungan 100 persen dari pemerintah federal kepada korban Badai Florence.
"Washington bersamamu. Trump bersamamu," kata Trump, saat briefing di markas operasi darurat di Conway, Carolina Selatan, dilaporkan AFP.
Trump Klaim Pemerintahnya Siap Hadapi Serangan Badai Florence
Trump saat briefing di lokasi banjir. (Foto: AFP)
Trump memulai turnya di wilayah yang dilanda badai di North Carolina yang terkena dampak paling parah. Dia terbang ke pangkalan udara Cherry Point menggunakan Air Force One.
"Beberapa banjir memang luar biasa. Kami melihat semua gambar di mana rumah-rumah benar-benar tertutup air."
Dari Cherry Point, Trump melakukan perjalanan ke New Bern, North Carolina, kota pertemuan sungai Neuse dan Trent yang mengalami banjir parah.
"Kami memberi Anda banyak bantuan," kata Trump, kepada seorang warga saat berjalan di sepanjang Sungai Drive di New Bern.
Dia juga kembali menjanjikan bantuan federal karena wilayah Carolina untuk pemulihan.
"Apa pun yang harus kami lakukan di tingkat federal, kami akan ada di sana. Kami akan ada di sana 100 persen," kata Trump.
Dia juga mengucapkan rasa bela sungkawa bagi hampir 40 orang yang tewas akibat badai.
"Amerika berduka dengan Anda dan hati kami hancur untuk Anda. Kami tidak akan pernah melupakan kehilangan Anda, kami tidak akan pernah meninggalkan Anda. Kami bersama Anda sepanjang jalan," katanya.
Wilmington, wilayah dengan populasi 120.000, sebagian besar masih dikelilingi oleh banjir. Para pengungsi menunggu berjam-jam untuk mendapat makanan, air, dan terpal.
Trump saat menyapa warga yang terkena banjir. (Foto: AFP)
Di Wilmington, para pekerja mulai membagi-bagikan persediaan makanan menggunakan sistem yang menyerupai drive-thru restoran makanan cepat saji raksasa; para pengemudi menarik setumpuk papan memnu, memilih pesanan tanpa harus keluar.
Seorang perempuan meniup peluit setiap kali pengemudi harus maju.
Sekitar 3.500 kendaraan datang untuk mengambil makanan pada hari pertama tersedia. Persediaan makanan itu dibawa ke kota menggunakan truk militer besar dan helikopter.
"Saya tahu sulit untuk meninggalkan rumah, dan bahkan lebih sulit untuk menunggu dan bertanya-tanya apakah Anda memiliki rumah untuk ditinggali," kata Gubernur Roy Cooper.
Cooper memperingatkan, banjir masih menggenang di banyak lokasi dan akan memburuk di beberapa tempat. Saat ini sekitar 10.000 orang tinggal di tempat penampungan.
"Saya tahu bagi banyak orang ini terasa seperti mimpi buruk yang tidak akan berakhir," katanya.
Cooper mendesak warga untuk tetap tinggal, terutama mereka yang berasal dari daerah pesisir paling parah termasuk Wilmington, salah satu lokasi utama yang dihantam Badai Florence pada Jumat (14/9/2018).
Setidaknya, 27 oran tewas berasal dari North Carolina.
Di South Carolina, dua perempuan tewas pada Selasa (18/9/2018) saat arus banjir dari Sungai Little Pee Dee menyapu mobil yang membawa mereka menuju fasilitas kesehatan mental.
Risiko kerusakan lingkungan meningkat, karena kotoran manusia dan hewan tersapu ke dalam banjir.
Editor: Nathania Riris Michico