Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Megawati Minta PBB Segera Buat Hukum Internasional Atur AI
Advertisement . Scroll to see content

Korban Longsor Papua Nugini Melonjak Drastis, 2.000 Orang Terkubur

Senin, 27 Mei 2024 - 12:48:00 WIB
Korban Longsor Papua Nugini Melonjak Drastis, 2.000 Orang Terkubur
Korban tanah longsor di Papua Nugini melonjak drastis. Lebih dari 2.000 orang diperkirakan terkubur (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

SYDNEY, iNews.id - Korban tanah longsor di Provinsi Enga, Papua Nugini (PNG), melonjak drastis. Lebih dari 2.000 orang diperkirakan terkubur tanah dan bebatuan.

Pusat bencana nasional PNG menyatakan para korban terkubur hidup-hidup bersama rumah mereka. Longsor terjadi pada Jumat (24/5/2024) sekitar pukul 03.00 waktu setempat saat warga terlelap tidur.

"Tanah longsor mengubur lebih dari 2.000 orang hidup-hidup, menyebabkan kehancuran banyak bangunan, dan berdampak besar pada kehidupan perekonomian negara," kata seorang pejabat pusat bencana nasional, dalam suratnya kepada PBB.

Angka tersebut melonjak drastis dibandingkan laporan yang dikeluarkan badan migrasi PBB sebelumnya yakni 670 orang. Meski demikian jumlah pasti korban tewas belum bisa dipastikan. Sejauh ini baru enam jenazah yang dikeluarkan dari timbunan longsor.

Tanah bercampur bebatuan besar menerjang satu desa, menimbun mereka hingga ketinggian 8 meter. 

Badan migrasi PBB juga menyebut sekitar 1.250 orang penduduk di sekitar lokasi terdampak longsor telah mengungsi. Sekitar 150 rumah terkubur dan lebih dari 250 unit di dekatnya ditinggalkan warga karena khawatir ikut tertimbun.

“Rumah-rumah tersebut terkubur di bawah tanah sekitar 8 meter. Jadi ada cukup banyak puing yang harus digali,” kata Justine McMahon, direktur CARE International PNG, kepada ABC.

Kondisi tanah yang tidak stabil menghambat upaya penyelamatan serta bisa membahayakan sekitar 4.000 warga yang tinggal di daerah terkena dampak.

Rekaman video yang beredar di media sosial pada akhir pekan menunjukkan, tim penyelamat menyingkirkan bebatuan serta menggali tanah menggunakan sekop, tongkat, bahkan tangan kosong untuk mencari selamat.

Kru darurat, termasuk tentara, sudah berada di lokasi namun terkendala peralatan berat yang belum sampai atau sulit mencapai lokasi karena akses menuju lokasi terputus. Satu-satunya cara untuk menjangkau lokasi hanya menggunakan helikopter.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut