Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Teken Perjanjian Keamanan, PM Albanese Tawarkan Perwira TNI Tugas di Militer Australia
Advertisement . Scroll to see content

Konjen RI Perkuat Kerja Sama Pendidikan dengan Universitas Cape Town

Kamis, 20 Juni 2024 - 10:31:00 WIB
Konjen RI Perkuat Kerja Sama Pendidikan dengan Universitas Cape Town
Konjen RI di Cape Town Tudiono menerima Wakil Rektor Universitas Cape Town Daya Reddy, Rabu (19/6) (Foto: KJRI Capetown)
Advertisement . Scroll to see content

CAPE TOWN, iNews.id - Konsul Jenderal (Konjen) RI Cape Town Tudiono bertemu Wakil Rektor Universitas Cape Town, Daya Reddy, di Wisma KJRI, Rabu (19/6/2024). Pertemuan tersebut bagian dari rangkaian upaya Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Cape Town untuk memperkuat kerja sama antara universitas di Indonesia dan Cape Town.

Daya Reddy sebelumnya menjabat sebagai President of the International Science Council, lembaga terdiri atas 45 asosiasi sains nasional dan regional serta beranggotakan sekitar 150 negara. Dia pernah menerima penghargaan the National Order of Mapungubwe (Bronze) dari Presiden Afrika Selatan. Saat ini Daya juga menjabat Ketua International Advisory Board of the Alexander von Humboldt Foundation of Germany.

Sementara itu Universitas Cape Town (UCT) merupakan kampus terbaik di Afrika Selatan. Kampus tersebut tahun ini menduduki peringkat ke-167 World University Rankings berdasarkan Times Higher Education (THE). 

Konjen Tudiono mengatakan kepada Daya, Indonesia dan Afrika Selatan tahun ini memperingati 30 tahun hubungan diplomatik. Momentum tersebut diperingati dan dirayakan dengan serangkaian kegiatan dan inisiatif untuk memperkokoh hubungan kedua negara.  UCT, kata dia, diyakini bisa berperan penting dalam penguatan kerja sama pendidikan dan sosial serta budaya dengan memanfaatkan momentum penting tersebut.

Saat ini potensi kerja sama bidang pendidikan sangat terbuka. Sejumlah universitas di Indonesia siap menjalin dan mengembangkan kerja sama dengan kampus-kampus di Cape Town seperti Universitas Indonesia, Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang, Universitas Bina Nusantara, Universitas Andalas, Universitas Islam Internasional Indonesia, dan lainnya.

Sementara itu Daya sangat antusias terhadap usulan pengembangan kerja sama pendidikan dengan universitas-universitas di Indonesia. Dia memandang Indonesia memiliki strategic importance dalam pengembangkan jejaring kerja sama UCT dengan kawasan Asia dan global. Sejauh ini kerja sama UCT masih menjangkau beberapa negara saja seperti China, India, Jepang, dan Korea Selatan.

Daya menyambut baik dan akan mengomunikasikan kepada rektor, ketua program, serta pejabat terkait. Beberapa usulan yang disampaikan Tudiono kepada Daya adalah kerja sama pemberian beasiswa, wacana pembukaan Kelas Bahasa Indonesia yang dapat menjadi mata kuliah pilihan di UCT, pembukaan Indonesian Corner di UCT sebagai pusat beragam informasi tentang Indonesia, serta kerja sama bidang perfilman antara Universitas Amikom dengan Centre for Film and Media Studies UCT.

Kerja sama pendidikan dengan Cape Town terus berkembang namun disadari belum mencapai potensi yang sesungguhnya. Oleh karena itu, berbagai upaya terus dilakukan untuk memperkuat kerja sama tersebut. 

Pada Februari 2024 KJRI menyelenggarakan virtual meeting antara Stellenbosch University (peringkat 301-350 THE) dengan Universitas Brawijaya Malang untuk menjajagi kerja sama.

Selanjutnya pada Mei 2024, Aslam Fataar dari Stellenbosch University berkunjung ke empat universitas di Indonesia guna menjajaki kerja sama. Pada kesempatan itu, Fataar memberikan kuliah umum di Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang, Universitas Indonesia, dan Universitas Bina Nusantara.

Saat ini terdapat dua siswa asal Cape Town mengikuti pendidikan di Indonesia, masing-masing di UIN Syarief Hidayatullah Jakarta dan Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya Lampung. Di samping itu seorang pelamar asal kota Mossel Bay mengikuti saringan akhir program KNB dan menunggu pengumuman untuk dapat belajar di Universitas Padjadjaran.

Tudiono menambahkan salah satu alumni penerima beasiswa BSBI tidak hanya mampu menguasai berbagai tarian daerah Indonesia tetapi juga mengajarkan tarian Indonesia kepada murid-murid EOAN School of Performance. Mereka ikut mempromosikan tarian Indonesia dalam acara KJRI Cape Town dan kantor Perwakilan RI lainnya seperti di KBRI Dar Es Salaam (Tanzania) dan KBRI Windhoek (Namibia).
 
Daya pun sangat tertarik dengan festival film Indonesia yang akan menampilkan film animasi, seperti The Battle of Surabaya yang memperoleh 14 penghargaan internasional dan film produksi Summerland yang menjadi top 5 dari 4.000 film dalam kompetisi internasional di Rotterdam.

Pertemuan Tudiono dan Daya dilanjutkan dengan makan siang bersama sekaligus memperkenalkan kuliner Indonesia guna mempromosikan rencana Pasar Rakyat pada 9 November dan Festival Film Indonesia pada 10-11 November 2024.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut