Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Deretan 5 CEO Muda Terkaya di Dunia, Siapa Saja?
Advertisement . Scroll to see content

Kompetisi Menginap di Tembok Besar China Ditentang Warganet

Rabu, 08 Agustus 2018 - 06:21:00 WIB
Kompetisi Menginap di Tembok Besar China Ditentang Warganet
Salah satu ruang di Tembok Besar China dijadikan penginapan bagi pelanggan beruntung (Foto: Airbnb)
Advertisement . Scroll to see content

BEIJING, iNews.id - Perusahaan startup penyedia jasa penginapan, Airbnb, menggelar kompetisi untuk bermalam di Tembok Besar, China. Pendaftaran dibuka sejak 2 sampai 13 Agustus 2018. Beberapa pemenang berkesempatan menginap secara bergantian masing-masing hanya semalam pada 4 sampai 8 September 2018.

Sebagai syarat, peserta harus membuat tulisan paling banyak 550 karakter serta menjawab pertanyaan yang semuanya bisa dijawab secara online.

Ternyata kompetisi ini ditentang warganet di China karena berpotensi merusak tempat bersejarah berusia 2.600 tahun itu. Banyak warganet mempertanyakan, apakah menggunakan monumen bersejarah itu sebagai tempat bermalam diperbolehkan.

"Tembok Besar merupakan peninggalan sejarah di bawah perlindungan (undang-undang), bagaimana mereka bisa membiarkannya diubah menjadi rumah tamu umum," kata seorang warganet.

"Jadi sekarang, bahkan peninggalan kuno dapat disewa untuk tamu demi mendapatkan keuntungan?" saut warganet lainnya.

Menanggapi komentar dari warganet, Airbnb China menjawab melalui media sosial Weibo,"Melindungi peninggalan sejarah dan budaya merupakan tujuan awal kegiatan kami, dan itu tetap menjadi pertimbangan utama."

Airbnb sudah meminta izin kepada pengelola Tembok Besar, khususnya di wilayah Badaling, untuk menggunakan salah satu ruang di sana. Ini akan menjadi sejarah untuk pertama kalinya Tembok Besar dijadikan penginapan bagi orang biasa.

Sebenarnya tidak ada aturan yang melarang turis bermalam di Tembok Besar. Bahkan beberapa perusahaan travel menawarkan paket camping. Namun bermalam di salah satu ruang Tembok Besar yang sudah diisi perabot layaknya penginapan, baru kali ini terjadi.

Tak semua orang bisa mengikuti kompetisi, melainkan hanya warga China (termasuk Macau, Hong Kong, dan Taiwan), Amerika Serikat, Inggris, India, Jepang, Korea Selatan, Australia, Jerman, Italia, Spanyol, dan Prancis. Peserta juga pengguna aktif aplikasi Airbnb serta harus berusia 21 tahun ke atas.

Pemimpin Airbnb China, Nathan Blecharczyk, mengatakan, pihaknya ingin berkerja sama dengan kelompok sejarawan dan konservasi di China.

"Kami berharap bisa mengumpulkan kekuatan dari semua pihak untuk mempromosikan simbol budaya serta arti luas Tembok Besar dan membawanya ke dunia," kata Blecharczyk, dikutip dari South China Morning Post, Selasa (7/8/2018).

Ide mengadakan kompetisi merupakan hasil kolaborasi antara Airbnb dan perusahaan pariwisata Badaling, Beijing. Namun Badaling menolak berkomentar.

Tembok Besar, merupakan salah satu keajaiban dunia dan masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO. Bangunannya membentang sekitar 21.000 kilometer dari Provinsi Liaoning di timur laut China ke Gansu di barat laut.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut