Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Polda Metro Selidiki Viral Dugaan Prostitusi Anak di Jakarta Libatkan WN Jepang
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Ketakutan Warga Jepang dengan Nuklir Korut, Tak Ada Tempat untuk Sembunyi

Kamis, 19 Oktober 2017 - 17:07:00 WIB
Kisah Ketakutan Warga Jepang dengan Nuklir Korut, Tak Ada Tempat untuk Sembunyi
Rute lintasan misil Korea Utara yang diuji coba (Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

TOKYO - "Begitu misil diluncurkan, benda itu bisa saja mendarat di sini beberapa saat kemudian. Tidak ada tempat untuk sembunyi." Demikian ungkapan ketakutan Mitsuyo Kawamura, seorang perempuan berusia 68 tahun, warga Erimo, Hokkaido. Erimo merupakan kota nelayan di utara Pulau Hokkaido yang dilintasi misil Korea Utara saat uji coba beberapa waktu lalu.

Perempuan petani rumput laut itu pun menceritakan bagaimana suasana saat Korea Utara menguji coba misil pada September dan Oktober lalu. Dua misil melintas di langit Erimo pada 29 Agustus dan 15 September 2017, menciptakan suasana mencekam di kota berpenduduk 4.800-an jiwa itu.

Raungan suara sirine membuat suasana kota semakin mencekam. Ketika itu warga memilih tetap di dalam rumah, sambil berharap misil itu tak mendarat di wilayah mereka.

Meskipun misil terbang jauh di atas langit Erimo, bahkan tidak bisa dilihat menggunakan mata telanjang karena jauhnya, namun kondisi itu tidak membuat warga tenang.

"Sekarang, ketika saya mendengar suara keras, saya akan langsung melihat keluar, melihat ke laut, saya merasa cemas. Saya tidak pernah tahu kapan misil itu akan datang lagi," ujarnya, seperti dikutip dari Reuters.

Misil yang ditembakkan Korea Utara terbang beberapa ratus kilometer dari daratan. Terlalu jauh jarak misil itu dari daratan untuk bisa dilihat dengan mata telanjang. Misil kemudian jatuh di Samudra Pasifik, arah timur atau sekitar 2.000 kilometer dari Tanjung Erimo.

Peringatan ditembakkannya misil tidak hanya didengar oleh warga Erimo atau Hokkaido, tapi juga warga Jepang lainnya. Pemerintah Jepang mengeluarkan peringatan melalui jutaan telepon seluler warga.

Sejak Korea Utara menguji coba nuklir, Kawamura sudah mempersiapkan perbekalan di rumahnya, untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk. Ia pun memastikan radio di rumahnya dalam posisi selalu menyala agar informasi dan peringatan selalu terdengar.

Seperti warga Erimo lainnya, tidak ada yang bisa dilakukan jika misil benar-benar mendarat di Erimo, bahkan dia tidak tahun bagaimana cara menghindar dari dampak ledakan.

Perdana Menteri Shinzo Abe yang bersiap menghadapi pemilihan umum pada Minggu mendatang mengingatkan kepada warganya akan meningkatnya ancaman dari negara tetangga tersebut. Misil yang dilepaskan pada bulan lalu merupakan uji coba keenam senjata nuklir Korea Utara. Negara yang dipimpin Kim Jong un itu bahkan mengancam akan menenggelamkan Jepang.

"Mereka berjanji pada 1994 lalu pada 2005 untuk menghentikan program nuklir. Tapi mereka melanggar janji itu dengan mengembangkan senjata nuklir dan misil. Kita tidak akan tertipu lagi,” kata Abe, saat kampanye, pekan lalu.

Untuk melindungi negaranya, pemerintahan Abe sudah menyebar 34 rudal antimisil Patriot PAC-3 di penjuru negeri, termasuk di Hokkaido. Selain itu rudal sistem pertahanan dari kapal laut, Aegis, juga dipersiapkan di beberapa tempat. Itu belum termasuk misil balistik milik Amerika Serikat yang diklaim dapat mematahkan misil Korea Utara di udara.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut