Kisah Aktivis GSF Disiksa 4 Tentara Israel, Kepala Dibenturkan ke Dinding sampai Nyaris Pingsan
ROMA, iNews.id - Banyak aktivis kemanusiaan Gaza, Global Sumud Flotilla (GSF), menceritakan pengalaman pahit mereka menghadapi kekejian tentara Israel saat ditahan. Beragam penyiksaan fisik, pelecehan, dan intimidasi mereka alami selama berada di "kapal penjara".
Mi Hoa Lee, aktivis dari Spanyol, mengatakan dia dipaksa masuk kontainer gelap di kapal tersebut.
"Empat pria memukuli dan membenturkan kepala saya ke dinding. Saya jatuh lalu berdiri lagi, jatuh lagi ke lantai, berdiri lagi. Lalu mereka mulai menyetrum saya dengan alat kejut listrik selama lebih dari 1 menit," katanya, kepada Reuters, dikutip Sabtu (23/5/2026).
Mi menunjuk ke arah tulang rusuk, pinggul, dan punggung, bagian tubuhnya yang menjadi sasaran pemukulan dan alat kejut listrik.
"Kemudian mereka terus memukuli saya sampai saya nyaris kehilangan kesadaran," ujar Mi.
Ilaria Mancosu, aktivis Italia, mengatakan para aktivis GSF dipindah dari perahu mereka ke dua kapal penjara. Para aktivis yang ditempatkan di salah satu kapal mengalami kekerasan lebih parah. Mereka dikurung dalam kontainer dan dipukuli oleh lima tentara, menderita patah tulang rusuk dan lengan.
Beberapa mengalami luka serius pada mata dan telinga disebabkan oleh alat kejut listrik.
Selain itu mereka menghabiskan 2 hari di kapal penjara tanpa air dan menggunakan kardus serta plastik untuk menghangatkan diri di malam hari, karena tidak diberi selimut. Selain itu sebagian besar pakaian mereka dilucuti.
Tuduhan penyiksaan akan menambah tekanan bagi otoritas Israel untuk menjelaskan perlakuan terhadap para tahanan, terutama video Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir di penjara mengejek para aktivis memicu kecaman internasional.
"Kami sangat prihatin dengan laporan-laporan ini," kata juru bicara PBB Stephane Dujarric.
Editor: Anton Suhartono