SEOUL, iNews.id - Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un mengakui negaranya kurang memiliki fasilitas medis modern. Pernyataan itu dikeluarkan Kim dalam acara peletakan batu pertama pembangunan rumah sakit baru, di tengah kekhawatiran pandemi korona.
Dilaporkan Associated Press, Kamis (19/3/2020), para pakar di luar Korut mengatakan, pandemi korona di negara itu bisa sangat menyengsarakan karena kurangnya suplai medis dan prasarana layanan kesehatan yang sudah ketinggalan zaman.
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Korut saat ini berusaha keras menangkal korona, meski bersikeras mengklaim tidak ada satu pun kasus virus itu di negara tersebut -klaim yang diragukan banyak pakar asing.
Kim mengatakan, partai yang berkuasa memutuskan membangun rumah sakit di Pyongyang itu pada pertemuan partai akhir Desember lalu, dan berusaha menyelesaikannya sesegera mungkin, sebelum Oktober tahun ini, saat Partai Pekerja yang berkuasa merayakan hari jadi yang ke-75.
Say No to Mask! Kim Jong Un Pamer Pantau Latihan Militer Tanpa Masker di Tengah Wabah Korona
Ahn Kyung-su, Direktur Pusat Riset DPRK Health and Welfare di Seoul, mengatakan, Kim tampaknya menggunakan pembangunan rumah sakit sebagai cara membangun citranya sebagai pemimpin yang peduli terhadap kehidupan rakyat sipil pada saat negara itu kesulitan menghadapi sanksi-sanksi internasional yang diberlakukan menyusul buntunya diplomasi nuklir dengan AS.
Menurut sejumlah pengamat, Korut bergegas membangun rumah sakit itu sejak China melaporkan kasus pertama virus korona pada Desember tahun lalu.
Di Tengah Kekhawatiran Virus Korona, Korut Luncurkan 3 Rudal
Editor: Nathania Riris Michico