Kerusuhan di Penjara Venezuela, Puluhan Tahanan Diduga Tewas
VALENCIA, iNews.id - Kerusuhan pecah di penjara Valencia, Venezuela, Rabu 28 Maret 2018. Sebuah organisasi yang meperjuangkan hak-hak tahanan Una Ventana a la Libertad (Jendela Kebebasan) menyebut, puluhan orang diduga tewas dalam kerusuhan itu.
Sejauh ini belum ada pernyataan resmi dari otoritas lembaga pemasyarakatan. Rumah tahanan pemerintah setempat mengaku tak bertanggung jawab atas kerusuhan itu.
Ketua Jendela Kebebasan Carlos Nieto mengatakan, puluhan tahanan tewas karena terbakar dan sesak napas. Menurut dia, kerusuhan dipicu upaya dari para tahanan untuk melarikan diri. Di antara mereka ada yang membakar tempat tidur sehingga api menjadi tak terkendali.
Selain itu, para kerabat tahanan menggeruduk Kantor Polisi Carabobo di Valencia. Mereka menuntut pembebasan para tahanan. Namun aksi mereka dibubarkan dengan tembakan gas air mata.
Krisis tahanan di Venezuela semakin menjadi. Selain karena kelebihan kapasitas, suplai kebutuhan pokok untuk para tahanan dibatasi. Hal ini memicu kerusuhan di penjara.
Kurangnya ruang di lembaga pemasyarakatan memakasa narapidana dititipkan ke sel tahanan kantor polisi, seperti terjadi di Valencia. Mereka dititipkan sampai tersangka menghadapi dakwaan di pengadilan. Padahal setiap tahanan seharusnya hanya mendekam di sel polisi maksimal 48 jam.
Menurut Nieto, tahanan sementara kepolisian juga sudah melebihi kapasitas, bahkan lima kali lipatnya.
“Seluruh kantor polisi di Valencia menghadapi masalah yang sama atau bahkan lebih buruk, kelebihan kapasitas, minimnya makanan, dan penyakit,” kata dia, dikutip dari AFP, Kamis (29/3/2018).
Jendela Kebebasan mencatat, pada tahun lalu 65 tahanan tewas di sel akibat kekerasan, kurang gizi, dan penyakit tuberkolosis.
Editor: Anton Suhartono