Kereta Amtrak Kerap Celaka, Publik AS Pertanyakan Standar Keselamatan
SOUTH CAROLINA, iNews.id – Kecelakaan antara kereta penumpang Amtrak dengan kereta barang CSX yang menewaskan dua orang serta melukan 116 penumpang memicu kekhawatirkan publik Amerika Serikat (AS). Mereka mempertanyakan standar keselamatan moda transportasi massal itu.
Kecemasan warga dinilai masuk akal mengingat intensitas kecelakaan kereta di api di AS mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Kecelakaan kereta Amtrak pada Minggu (4/2/2018) merupakan kecelakaan kereta kedua dalam satu pekan terakhir.
Beberapa hari lalu, kereta api Amtrak yang disewa dan mengangkut anggota parlemen Partai Republik bertabrakan dengan mobil di Crozet, Virginia mengakibatkan sopir mobil tewas.
Anggota DPR Jason Lewis harus dilarikan ke rumah sakit karna mengalami luka ringan. Anggota Partai Republik sebenarnya ingin berlibur di West Virginia setelah sidang shutdown yang menghabiskan energi. Di dalam kereta itu juga termasuk Ketua Anggota DPR Paul D Ryan.

Pada Desember lalu, kereta penumpang keluar jalur di Tacoma, Washington, dan menghantam mobil di jalan tol. Sebanyak tiga orang tewas dan 100 penumpang terluka dalam kecelakaan tersebut. Kemudian, pada 2015, kereta Amtrak tergelincir di Philadelphia dan mengakibatkan delapan orang tewas dan melukai 200 orang lainnya.
Pada kecelakaan terbaru ini, kereta Amtrak bertabrakan dengan kereta barang CSX dalam perjalanan antara New York dan Miami, pada Minggu (4/2/208) pukul 02.35 pagi di Cayce, South Carolina. Akibat tabrakan itu, lokomotif kereta keluar jalur rel dan beberapa gerbong penumpang rusak parah.
Otoritas sedang menginvestigasi penyebab peristiwa ini. Berdasarkan penyelidikan sementara, kecelakaan diduga karena kereta Amtrak yang memuat 139 penumpang dan 8 awak salah jalur.
"Tampaknya Amtrak berada di jalur yang salah," kata Gubernur South Carolina Henry McMaster pada konferensi pers, Minggu dini hari WIB, dikutip The Washington Post. "Mereka tidak seharusnya bertemu di sana dekat jembatan. Mungkin ini faktor waktu, tapi itulah yang tampak bagi saya. Tapi informasi sebenarnya akan disampaikan para ahli," kata dia.
Editor: Zen Teguh