Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Pembangunan 10 Kampus Kerja Sama RI-Inggris
Advertisement . Scroll to see content

Keluarga Inggris Duduk di Lantai Pesawat Gara-Gara Kursi Mereka 'Raib'

Selasa, 15 Januari 2019 - 07:26:00 WIB
Keluarga Inggris Duduk di Lantai Pesawat Gara-Gara Kursi Mereka 'Raib'
Paula Taylor dan putrinya harus duduk di lantai pesawat dalam penerbangan dari Spanyol menuju Inggris. (Foto: doc. Paula Taylor)
Advertisement . Scroll to see content

LONDON, iNews.id - Satu keluarga asal Inggris terpaksa duduk di lantai pesawat dalam penerbangan dari Spanyol menuju Inggris.

Keluarga Taylor mengalami insiden ini sewaktu mereka hendak bertolak ke Birmingham dari Menorca dengan menggunakan maskapai TUI.

Padahal, sebagaimana dituturkan kepada BBC, mereka mengaku membayar tiket seharga 1.300 poundsterling atau setara dengan Rp23,5 juta dan juga mendapat boarding pass.

Paula Taylor mengungkapkan bahwa dia, suaminya, dan putri mereka yang berusia 10 tahun sengaja tiba di bandara jauh sebelum waktu penerbangan guna memastikan mereka bisa duduk dalam barisan yang sama.

Mereka pun mendapatkan kursi bernomor 41 D, E, dan F. Namun, ketika sampai di pesawat, mereka mendapati ruang kosong di tempat yang seharusnya terisi kursi-kursi.

"Kami hanya menatap satu sama lain seolah-olah berkata 'ke mana perginya kursi-kursi kita?" ujar Paula Taylor.

Paula Taylor dan suaminya sudah membeli tiket dan mendapat boarding pass namun harus duduk di lantai pesawat. (Foto: doc. Paula Taylor)

Begitu semua penumpang menduduki kursi masing-masing, ternyata ada satu kursi kosong tersisa. Paula Taylor memberikan kursi itu untuk Brooke, anaknya.

Adapun dia dan suaminya dipersilakan duduk di kursi lipat untuk kru kabin.

Akan tetapi, permasalahan belum selesai. Saat pesawat mengangkasa, kru kabin mulai mengeluarkan makanan dan barang-barang lain yang disimpan di belakang kursi lipat tersebut.

Konsekuensinya, Paula Taylor dan suaminya harus duduk di lantai, di tempat yang seharusnya terisi kursi mereka. Melihat ayah dan ibunya duduk di lantai, Brooke pun bergabung karena tidak mau duduk sendiri.

Keluarga Taylor mengaku diberi ucapan terima kasih dari kru kabin atas pengertian mereka.

Paula mengatakan, maskapai TUI menyampaikan penjelasan singkat ketika dia mengungkit masalah ini. Sebagai iktikad baik, TUI memberikan uang sebesar 30 poundsterling atau Rp541.000.

Baru setelah keluarga Taylor menghubungi BBC, maskapai TUI mengembalikan uang tiket mereka dan mengaku ada "pergantian pesawat pada menit akhir" yang mengakibatkan kursi untuk keluarga Taylor tidak tersedia.

Adapun pesawat pengganti memiliki susunan kursi berbeda.

Maskapai menyatakan permintaan maaf atas cara penanganan situasi tersebut dan akan menghubungi keluarga Taylor untuk memohon maaf secara langsung.

Otoritas Penerbangan Sipil Inggris menegaskan, penumpang memang diperbolehkan menduduki kursi kru kabin dalam situasi tertentu. Akan tetapi, penumpang harus mendapat tempat duduk selama penerbangan.

Kepada BBC, badan tersebut mengatakan bakal menghubungi TUI untuk meminta penjelasan.

Editor: Nathania Riris Michico

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut