KIEV, iNews.id – Sejumlah kedutaan Ukraina di luar negeri dilaporkan menerima “paket berdarah” yang berisi bola mata binatang. Hal itu diungkapkan Kementerian Luar Negeri Ukraina, Jumat (2/12/2022).
Paket-paket tersebut, yang direndam dalam cairan dengan warna dan bau yang khas, dikirimkan ke Kedutaan Besar Ukraina di Hungaria, Belanda, Polandia, Kroasia, dan Italia. Selain itu, paket serupa juga dikirimkan ke Konsulat Jenderal Ukraina di Naples (Italia) dan Krakow (Polandia), serta Konsulat Ukraina di Brno (Republik Ceko).
Kisah Penipu Paling Setia: Palsukan Slip Pembayaran RS hingga 4 Tahun demi Selamatkan Nyawa Istri
“Kami sedang mempelajari arti dari pesan ini,” kata Juru Bicara Kemlu Ukraina, Oleg Nikolenko, lewat sebuah pernyataan di Facebook, hari ini.
Menurut dia, Menteri Luar Negeri Ukraina, Dmytro Kuleba, telah memerintahkan semua kedutaan dan konsulat terkait agar ditempatkan di bawah pengamanan yang diperketat.
Putin Terbuka untuk Negosiasi dengan Barat, tapi Tak Akan Tarik Pasukan Rusia dari Ukraina
Sebelumnya, serangkaian bom surat dikirimkan ke sejumlah alamat di Spanyol, termasuk Kedutaan Ukraina di Madrid. Paket itu juga menyasar kantor Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez dan Kedutaan Besar AS di Madrid.
Peristiwa itu mendorong Otoritas Spanyol untuk meningkatkan keamanan di Madrid.
Jerman Bakal Kirim 7 Tank Gepard Tua ke Ukraina, Tadinya Mau Dibuang
Nikolenko mengatakan, pintu masuk flat duta besar untuk Vatikan telah dirusak. Sementara seorang sumber kedutaan di Roma mengatakan, ada kotoran manusia yang tertinggal di depan pintu.
Nikolenko juga mengatakan, Kedutaan Ukraina di Kazakhstan telah menerima ancaman bom. Namun belakangan tidak ada konfirmasi terkait kabar tersebut.
Teror Bom Surat di Spanyol Meluas, Kedubes AS Juga Dikirim
Selain itu, kata Nikolenko, Kedutaan Besar Ukraina di Amerika Serikat juga menerima surat berisi artikel yang mengkritik Kiev. Menurut dia, surat itu—seperti kebanyakan surat lainnya—berasal dari satu negara Eropa. Namun, dia tidak memberikan perincian tentang negara yang dimaksud.
Editor: Ahmad Islamy Jamil