Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kronologi Lengkap Pencurian Koleksi Batik di INACRAFT 2026, Ady Sky Rugi Rp1,3 Miliar!
Advertisement . Scroll to see content

KBRI Abu Dhabi Gelar Peragaan Busana Batik yang Out of the Box, Ini Maksudnya 

Sabtu, 18 September 2021 - 17:07:00 WIB
KBRI Abu Dhabi Gelar Peragaan Busana Batik yang Out of the Box, Ini Maksudnya 
Duta Besar Indonesia untuk Uni Emirat Arab, Husin Bagis. (Foto: KBRI Abu Dhabi)
Advertisement . Scroll to see content

ABU DHABI, iNews.id - KBRI Abu Dhabi menggelar kegiatan Batik Floating Fashion Show di Yas Mall, Abu Dhabi, Persatuan Emirat Arab (PEA). Diharapkan, dengan pergelaran ini, masyarakat PEA mengenali dan menyukai batik.

Peragaan busana batik ini digelar di Yas Mall, Abu Dhabi, Persatuan Emirat Arab (PEA), Jumat (17/9/2021) tepat sebulan setelah hari Kemerdekaan Indonesia. Kegiatan ini diselenggarakan bekerja sama dengan Batik Chic dan didukung oleh Bank Syariah Indonesia, Emirates Airlines juga Yas Mall. 

“Saya berharap melalui peragaan busana ini, masyarakat PEA dapat mengenali Batik dan menyukainya," kata Duta Besar Husin Bagis.

Dia menambahkan, ketika UNESCO mengesahkan Batik sebagai Oral and Intangible Cultural Heritage of Humanity tahun 2009, KBRI juga mengumumkannya di Abu Dhabi. 

"Jadi kita bangga membawa Batik kembali ke sini," tambahnya.

Para model memeragakan batik Indonesia di Yas Mall Abu Dhabi. (Foto: KBRI Abu Dhabi)
Para model memeragakan batik Indonesia di Yas Mall Abu Dhabi. (Foto: KBRI Abu Dhabi)

Bagis mengatakan, kegiatan ini juga merupakan acara pemanasan menuju keikutsertaan Indonesia di World Expo Dubai 2020 yang akan dimulai tanggal 1 Oktober dan peringatan Hari Batik, 2 Oktober nanti. 

Ada 30 model yang turut serta memeragakan pakaian batik dengan desain khusus koleksi dari galeri Batik Chic. 

Pendiri, pemilik serta Direktur Kreatif Batik Chic, Novita Yunus mengaku telah merancang secara khusus Batik yang dibawakan dalam peragaan busana kali ini.

"Setelah mempelajari potensi dan budaya setempat, saya membuat desain Batik yang diharapkan dapat diterima dan disukai oleh masyarakat PEA," katanya. 

Batik yang diperagakan oleh para model dari berbagai kewarganegaraan ini pada intinya terbagi menjadi empat kategori. Di antaranya, Batik konvensional, Batik dengan pakaian tradisional, Batik kasual dan modest wear.

Atase Keuangan sekaligus ketua panitia kegiatan, Boby Hernawan mengatakan, yang menarik dari peragaan busana Batik ini adalah konsepnya, Floating Fashion Show. Tidak ada panggung atau runway bagi para model yang membawakan busana Batik. 

Mereka berlengak-lenggok dalam barisan panjang dan memutari beberapa titik padat pengunjung sebelum akhirnya berkumpul di satu area dimana lebih dari 20 penari melakukan flash mob sebagai penutup. 

“Kami mengadakan konsep acara seperti ini karena kita masih dalam suasana pandemi. Berbagai pertimbangan dan protokol kesehatan telah kami jadikan rujukan utama sehingga akhirnya panitia sepakat peragaan busana dilakukan dengan cara ini. Jadi di luar pakem, tapi sangat menarik dan out of the box,” katanya.  

Dia menambahkan, KBRI Abu Dhabi masih akan melakukan kampanye pengenalan Batik di PEA, salah satunya dengan memberikan Batik eksklusif bagi mitra-mitra penting di PEA. 

“Tidak mudah untuk mengenalkan Batik kepada masyarakat yang lebih luas. Namun kami percaya Batik mempunyai kesamaan nilai seni dan budaya yang dapat diterima oleh masyarakat internasional. Jadi kami harap cara-cara yang kami lakukan dapat mengenalkan Batik dengan baik sehingga dapat diterima dan memukau masyarakat di PEA,” katanya.  

Editor: Umaya Khusniah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut