Kasus 1MDB, Ini Penjelasan Najib Razak soal Uang Negara di Rekeningnya
LANGKAWI, iNews.id - Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak angkat bicara soal skandal 1Malaysia Development Berhad (1MDB) yang menjeratnya. Najib membantah dirinya terlibat dan mengaku tak mengetahui apa pun soal uang dari dana negara yang muncul di rekening pribadinya.
Kendati demikan, dia memiliki penjelasan terkait sejumlah besar uang tunai, ratusan tas mewah, dan perhiasan yang belakangan disita dari rumahnya oleh pihak berwenang Malaysia.
Berbicara kepada Reuters dalam wawancara pertama sejak kekalahannya pada pemilu 9 Mei, Najib mengatakan penasehat, manajemen, dan dewan 1MDB salah karena menyebutnya menggelapkan uang.
Najib mengaku tak tahu apakah ratusan juta dolar yang dikirim ke rekening pribadinya adalah dana dari 1MDB. Dia juga mengaku tak tahu menahu apakah uang dari dana itu dicuci untuk memperoleh aset seperti yacht, lukisan, permata, serta dan real estate.
“Saya tidak berpesta di kapal pesiar, lukisan, saya tidak pernah melihat lukisan itu sama sekali. Saya tidak menyadari pembelian ini. Ini dilakukan tanpa sepengetahuan saya. Saya tidak akan pernah mengizinkan dana 1MDB untuk digunakan untuk barang-barang ini. Saya sudah berada di pemerintahan begitu lama, saya tahu apa yang benar dan apa yang salah,” kata Najib, seperti diberitakan Reuters, Rabu (21/6/2018).
Najib menyalahkan dewan 1MDB dan menuding kewajiban mereka untuk memberitahunya jika ada sesuatu yang salah.
Wawancara itu dilakukan di sebuah vila pribadi mewah yang menghadap laut di sebuah pulau di Langkawi. Duduk santai dengan kaos hitam dan celana coklat, Najib mengaku menikmati saat-saat dia bermain golf, makan, dan waktu bersama keluarganya.
Keluarganya memesan vila untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama. Anak-anak Najib, termasuk anak tirinya, Riza Aziz, produser film Hollywood, bersamanya selama sepekan.
Sebelumnya PM Mahathir Mohamad mengatakan kepada Reuters, pihak berwenang sudah menyelidiki dan memiliki bukti hampir sempurna terhadap kasus 1IMDB. Najib, disebut Mahathir, akan dijerat dengan dakwaan berlapis, seperti penggelapan, penyalahgunaan, dan penyuapan.
Editor: Nathania Riris Michico