Kastil Abad Ke-17 Prancis Dirampok, Pelaku Ikat Pasutri dan Gondol Harta Rp30 M
PARIS, iNews.id - Kastil mewah Vaux le Vicomte di Prancis yang dibangun pada abad ke-17 disatroni kawanan perampok, Kamis (19/9/2019) dini hari. Pemilik kastil yakni pasangan suami istri, Patrice de Vogue (90) dan istrinya, Cristina (78), diikat para pelaku.
Barang dan uang dengan nilai total 2 juta euro atau sekitar Rp30 miliar dibawa kabur pelaku yang diketahui berjumlah enam orang.
Bangunan utama Vaux le Vicomte berada di tengah taman yang luas sehingga jauh dari jangkauan orang.
(Kastil Vaux le Vicomte juga dibuka untuk umum/AFP)
Kastil yang belokasi sekitar 50 kilometer sebelah tenggara Paris itu dihuni oleh keluarga pewaris kekayaan secara turun temurun sejak 1875.
Sumber di kepolisian mengatakan, pelaku beraksi tanpa menggunakan senjata. Mereka menggunakan penutup kepala sehingga identitasnya tak diketahui petugas.
(Kastil Vaux le Vicomte juga dibuka untuk umum/AFP)
Kantor jaksa penuntut Kota Melun menyatakan, Patrice dan Cristina tidak mengalami luka. Mereka sempat diikat menggunakan dasi di ruangan lantai dasar.
"Pemiliknya baik-baik saja dan kastil tetap dibuka untuk kunjungan seperti biasa," demikian pernyataan manajemen kastil, dikutip dari AFP.
Para pelaku mengincar batu zamrud dan beberapa barang berharga lain, namun mereka tak membawa karya seni di kastil tersebut yang nilainya juga tinggi.
Patrice membuka kastilnya untuk dikunjungi masyarakat umum sejak 1968. Saat ini pengelolaan diserahkan kepada tiga anak mereka.
Catatan sejarah mengungkap, kastil dibangun oleh menteri keuangan di masa Raja Louis XIV, Nicolas Fouquet. Namun dia dipenjara sebelum pembangunan kastil rampung. Fouquet menghabiskan sisa hidupnya di penjara.
Sementara Raja Louis XIV merebut kastil itu dan memindahkan karya seni dan benda-benda berharga lainnya ke Versailles.
Kastil Vaux le Vicomte merupakan situs warisan budaya terbesar yang dimiliki secara pribadi, berdiri di lahan seluas lebih dari 500 hektare dan dikunjungi sekitar 250.000 orang setiap tahun.
Editor: Anton Suhartono