Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pesawat Jet Pribadi Bawa Kepala Staf Angkatan Bersenjata Libya Jatuh di Turki, Ini Dugaan Penyebabnya
Advertisement . Scroll to see content

Kapal Migran Terbalik di Libya, 53 Orang Dikhawatirkan Tewas termasuk 2 Bayi

Senin, 09 Februari 2026 - 21:07:00 WIB
Kapal Migran Terbalik di Libya, 53 Orang Dikhawatirkan Tewas termasuk 2 Bayi
Sebuah perahu karet terbalik di lepas pantai Zuwara, 6 Februari 2026 (AP Photo)
Advertisement . Scroll to see content

TRIPOLI, iNews.id – Kapal yang mengangkut puluhan pengungsi dan migran terbalik di lepas pantai Libya. Kecelakaan ini menyebabkan sedikitnya 53 orang dinyatakan tewas atau hilang, termasuk dua bayi.

Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) dalam pernyataannya dilansir dari Aljazeera, Senin (9/2/2026), menyebutkan, kapal yang membawa 55 orang itu terbalik di perairan utara kota pesisir Zuwara, Libya barat laut, pada 6 Februari. IOM , bekerja sama dengan otoritas setempat, telah memberikan perawatan medis darurat kepada dua korban selamat setelah dievakuasi.

Menurut pengakuan para korban selamat, perahu karet tersebut mengangkut pengungsi dan migran yang berasal dari sejumlah negara Afrika. Kapal diketahui berangkat dari wilayah Zawia, Libya barat laut, sekitar pukul 23.00 waktu setempat pada 5 Februari dan terbalik enam jam kemudian.

IOM menegaskan, jalur Mediterania Tengah masih menjadi salah satu rute migrasi paling mematikan di dunia. Melalui proyek Missing Migrants, IOM mencatat lebih dari 1.300 orang dilaporkan hilang di rute tersebut sepanjang 2025.

Insiden terbaru ini menambah jumlah pengungsi dan migran yang tewas atau hilang di Mediterania Tengah pada 2026 menjadi sedikitnya 484 orang.

"Data IOM menunjukkan pada Januari saja, sedikitnya 375 migran dilaporkan tewas atau hilang akibat sejumlah kecelakaan kapal yang tidak terdeteksi di Mediterania Tengah di tengah cuaca ekstrem. Jumlah korban sebenarnya diyakini jauh lebih besar dan banyak yang tidak tercatat," tulis IOM.

Menurut IOM, insiden berulang ini menunjukkan besarnya risiko dan ancaman mematikan yang dihadapi para migran dan pengungsi dengan menempuh jalur laut berbahaya tersebut.

Editor: Maria Christina

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut