TALLINN, iNews.id - Estonia menyebut kapal kontainer NewNew Polar Bear berbendera Hong Kong merusak dua kabel jaringan internet bawah laut. Jangkar kapal tersebut ditemukan di sebelah jaringan kabel yang rusak.
Selain jaringan internet, kapal itu juga diduga merusak pipa gas milik Finlandia.
10 Hari Paling Sial di Seluruh Dunia, Nomor 7 Paling Populer di Indonesia
Estonia dan Finlandia sedang menyelidiki peran kapal tersebut, karena pergerakannya pada tanggal 7-8 Oktober sesuai dengan waktu dan tempat kerusakan.
China sebelumnya mengatakan bersedia memberikan informasi yang diperlukan tentang insiden tersebut sesuai dengan hukum internasional.
Menhan Rusia Bertemu Lagi Pejabat China Dua Kali dalam 10 Hari, Ada Apa?
Sementara itu, pasukan NATO meningkatkan patroli di Laut Baltik setelah kerusakan tersebut dilaporkan.
Selain Estonia dan Finlandia, Swedia juga terdampak insiden itu. "Kami menyusun permintaan bantuan hukum kepada China agar otoritas penegakan hukum setempat dapat melakukan operasi prosedural," kata Jaksa Negara Estonia Triinu Olev seperti dikutip dari Reuters, Jumat (10/11/2023).
Ambisius, China Ingin Produksi Robot Humanoid Secara Massal pada 2025
Penyelidikan pidana terhadap kabel Estonia-Finlandia sekarang secara resmi diperluas untuk mencakup kabel lain ke Swedia setelah penyidik menyimpulkan bahwa kabel tersebut juga rusak akibat aktivitas manusia.
Menteri Luar Negeri Finlandia, Elina Valtonen menyebut China telah berjanji untuk memberikan kerja sama penuh dengan penyelidikan mereka.
Editor: Muhammad Fida Ul Haq