Kapal Induk AS USS Nimitz Siaga Dekat Kuba, Trump: Kita Ingin Bantu Mereka
WASHINGTON, iNews.id - Militer Amerika Serikat (AS) mengerahkan gugus tempur kapal induk USS Nimitz ke perairan Karibia, dekat Kuba. Pengerahan ini dilakukan di tengah kuatnya spekulasi bahwa AS akan menyerang negara kepulauan itu.
Namun Presiden AS Donald Trump menegaskan, keberadaan USS Nimitz bertujuan untuk membantu warga Kuba, bukan mengintimidasi.
"Tidak, sama sekali tidak. Warga Kuba, mereka tidak memiliki listrik, tidak punya uang, tidak punya makanan, dan kita akan membantu mereka," kata Trump, kepada wartawan, seperti dikutip dari Sputnik, Jumat (22/5/2026).
Trump menambahkan, pemerintahannya ingin membuka peluang bagi Kuba menjadi negara layak. Oleh karena itu imigran Kuba di AS berkesempatan pulang ke tanah air mereka.
Meski demikian Trump tidak memberi penjelasan rinci mengenai rencana pemulangan tersebut.
Southcom sebelumnya menyatakan, gugus tempur USS Nimitz telah memasuki Laut Karibia pada awal pekan ini.
Pemerintahan Trump memberlakukan blokade energi terhadap Kuba sejak 29 Januari. AS menerapkan bea masuk dari negara-negara yang memasok minyak ke Kuba. Selain itu AS juga menerapkan keadaan darurat terkait dugaan ancaman negara itu terhadap keamanan nasional AS.
Sementara itu Kuba menuding AS menggunakan embargo energi untuk mencekik perekonomiannya yang memperburuk kondisi kehidupan penduduk.
Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel Bermudez pada awal Mei menegaskan, ancaman militer AS terhadap negaranya telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Dia memperingatkan agresi terhadap negaranya akan dibalas dengan tekad kuat rakyat untuk mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan.
Editor: Anton Suhartono