Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Penembakan di Acara Gedung Putih, Pelaku Didakwa Berusaha Bunuh Trump
Advertisement . Scroll to see content

Kanselir Jerman Friedrich Merz Akui Negara-Negara Barat Terlalu Meremehkan Iran

Selasa, 28 April 2026 - 07:06:00 WIB
Kanselir Jerman Friedrich Merz Akui Negara-Negara Barat Terlalu Meremehkan Iran
Kanselir Jerman Friedrich Merz mengakui negara-negara Barat telah meremehkan Iran terkait perang melawan AS dan Israel (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

BERLIN, iNews.id - Kanselir Jerman Friedrich Merz mengakui negara-negara Barat telah meremehkan Iran terkait perang melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Iran ternyata lebih kuat daripada yang diperkirakan.

"Jelas bahwa Iran lebih kuat daripada yang kita duga, dan Amerika, tampaknya, kekurangan strategi yang benar-benar meyakinkan untuk negosiasi (tentang penyelesaian damai di Timur Tengah)," kata Merz, dalam pertemuan dengan mahasiswa, dikutip dari Sputnik, Selasa (28/4/2026).

Melihat perkembangan mandeknya perundingan damai, Merz tidak mengesampingkan kemungkinan AS terjebak dalam konflik Timur Tengah dalam waktu yang panjang.

Terlebih lagi, kata Merz, Iran tak mau tunduk dengan keinginan AS yang membuat perundingan tak menunjukkan kemajuan apa pun.

Dia juga memuji kematangan diplomasi Iran yang memperlihatkan tindakan lebih efektif dalam proses negosiasi, tidak seperti AS.

Merz juga mengungkapkan kekecewaan oleh tindakan AS dan Israel terkait Iran seraya menyampaikan harapan untuk penyelesaian diplomatik atas konflik tersebut.

"Saya saat ini kecewa, dan itu hanya karena AS dan Israel awalnya berasumsi bahwa masalah ini akan diselesaikan dalam beberapa hari. Tapi hari ini, kita terpaksa mengakui bahwa masalah ini belum terselesaikan," katanya.

AS dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran pada 28 Februari, menyebabkan kerusakan dan korban sipil hingga 3.300 orang lebih, hingga gencatan senjata berlaku pada 7 April yang berlaku 2 minggu dan diperpanjang kembali oleh Presiden AS Donald Trump sampai Iran menyerahkan "proposal damai terpadu".

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut