Jutaan Ikan Mati, Penduduk Keluhkan Bau Busuk
CANBERRA, iNews.id - Jutaan ikan mati terdampar di tenggara Australia. Menurut pihak berwenang dan ilmuwan, fenomena itu disebabkan oleh banjir dan cuaca panas.
Departemen Industri Primer di negara bagian New South Wales menjelaskan, kematian ikan bertepatan dengan gelombang panas yang memberi tekanan pada sistem yang sebelumnya mengalami kondisi ekstrem akibat banjir besar.
Kadar oksigen diperkirakan menjadi sangat rendah saat banjir surut. Padahal ikan membutuhkan lebih banyak oksigen saat cuaca lebih hangat.
Akibat fenomena jutaan ikan mati ini, penduduk Kota Pedalaman Menindee mengeluhkan bau yang tidak sedap.
Kereta Api Tergelincir dan Cemari Sungai, 3.500 Ikan Mati
“Kami baru saja mulai membersihkan. Anda seperti berjalan-jalan dalam kekacauan dan mencium bau busuk ini. Sangat bau dan mengerikan melihat semua ikan mati itu,” kata Jan Dening, warga setempat.
Fotografer alam Geoff Looney menemukan sekelompok besar ikan mati di dekat bendungan utama di Menindee pada Kamis (16/3/2023) malam.
Diduga Tercemar Limbah Industri, Ikan-Ikan Mati di Situ Terate Cikande
“Baunya sangat menyengat. Saya hampir harus memakai masker,” kata Looney.
Dia juga mengkhawatirkan kesehatan warga. Pasalanya, air tempat ikan mati mengalir ke stasiun pompa untuk kota.
250 Ton Ikan Mati di Danau Ranau Lampung, Petani Rugi Rp5 Miliar
Orang-orang di utara Menindee mengatakan ada ikan cod yang mengambang di sungai.
Kematian ikan massal telah dilaporkan di Sungai Darling-Baaka dalam beberapa pekan terakhir. Puluhan ribu ikan ditemukan di tempat yang sama pada akhir Februari lalu. Ada juga beberapa laporan ikan mati di hilir menuju Pooncarie, dekat perbatasan negara bagian Australia Selatan dan Victoria.
Penampakan Ribuan Ikan Mati Massal di Waduk Kedung Ombo Boyolali
Editor: Umaya Khusniah