Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Korban Tewas Tabrakan Kereta Cepat Jadi 41 Orang, Spanyol Berlakukan 3 Hari Berkabung
Advertisement . Scroll to see content

Jumlah Babi Melebihi Populasi Manusia, Spanyol Resah

Sabtu, 25 Agustus 2018 - 07:26:00 WIB
Jumlah Babi Melebihi Populasi Manusia, Spanyol Resah
Jumlah babi di Spanyol diprediksi akan menyusul populasi manusia. (Foto: Getty Images)
Advertisement . Scroll to see content

MADRID, iNews.id - Statistik baru tentang jumlah babi yang disembelih di Spanyol menimbulkan kecemasan di berbagai media di negara itu. Data menunjukkan jumlah hewan-hewan itu mungkin akan menyusul populasi manusia dan akhirnya memonopoli sumber daya setempat.

Pekan ini, Kementerian Lingkungan Hidup Spanyol merilis angka-angka yang menyebut Spanyol melakukan pembantaian besar-besaran terhadap sekitar 50 juta ekor babi pada 2017.

Jumlah itu 3,5 juta lebih banyak dibanding penduduk Spanyol yang berjumlah 46,5 juta jiwa.

Hal ini menyebabkan surat-surat kabar setempat menyuarakan 'keresahan' bahwa populasi babi Spanyol berhasil melampaui jumlah manusia. Namun, menurut Euronews, pada waktu tertentu jumlah babi-babi itu bisa berkurang sebanyak 16 juta ekor, karena banyak anak babi yang dipotong tak lama setelah dilahirkan.

Kendati demikian, permasalahan ini menjadi perhatian luas di seluruh negara Uni Eropa lantaran sektor peternakan babi yang tumbuh pesat bisa menyebabkan jumlah babi-babi ini lebih banyak dibanding manusia.

Saat ini, satu-satunya negara Uni Eropa yang memiliki jumlah babi lebih banyak dibanding manusia adalah Denmark. Menurut angka-angka dari Eurostat pada 2016, perbandingan populasi babi dengan manusia adalah 215 ekor babi untuk setiap 100 orang.

Jumlah penduduk Denmark sebanyak 5,7 juta jiwa, artinya ada sekitar 12,3 juta ekor babi di negeri itu.

Namun, Belanda, Spanyol, dan Belgia semuanya memiliki jumlah babi yang banyak, yang dengan cepat mengejar angka jumlah manusia.

Kekhawatiran yang paling besar mungkin menimpa Spanyol, mengingat di negara itu ada sekitar 30 juta ekor babi, yang membuatnuya menjadi negara dengan populasi babi terbesar di antara negara-negara Uni Eropa.

Menurut surat kabar Publico, lonjakan peternakan babi selama lima tahun terakhir terjadi karena permintaan yang meningkat untuk mengekspor produk daging babi asap mereka yang terkenal, seperti ham Iberico dan Jamon Serrano ke negara-negara besar yang mengonsumsi daging babi, seperti China, Jepang, dan Asia Tenggara.

Masalahnya, ekspansi domestik peternakan babi menekan sumber daya lingkungan negara itu.

Banyak wilayah di Spanyol didera kekeringan yang parah, padahal setiap ekor babi membutuhkan sekitar 15 liter air sehari. LSM Ecologists in Action juga memperingatkan hewan-hewan itu berisiko mencemari air tanah yang tersisa sedikit dengan nitrat dari kotorannya.

Dan sebagaimana disinggung oleh Kementerian Ekologi, binatang-binatang itu juga bertanggung jawab atas sejumlah besar emisi gas rumah kaca.

Kementerian menyatakan, di Spanyol saat ini, babi bertanggung jawab atas 10 persen dari semua emisi gas rumah kaca dan merupakan penghasil emisi terbesar keempat setelah listrik, industri, dan transportasi.

Editor: Nathania Riris Michico

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut