Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Intelijen Rusia: AS-Israel Gagal Kalahkan Iran dalam Perang
Advertisement . Scroll to see content

Joe Biden Dikritik Netizen gegara Sebut Pandemi Berakhir, padahal 400 Orang Tewas Setiap Hari

Senin, 19 September 2022 - 19:36:00 WIB
Joe Biden Dikritik Netizen gegara Sebut Pandemi Berakhir, padahal 400 Orang Tewas Setiap Hari
Joe Biden (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mendapat kritikan luas dari netizen setelah menyebut pandemi Covid-19 di negaranya telah berakhir. Hal itu disampaikan Biden dalam wawancara di program 60 Minutes CBS News yang tayang Minggu kemarin.

Pernyataan Biden itu kontras dengan realita di lapangan bahwa kasus kematian harian akibat Covid-19 di AS masih terbilang tinggi. Data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS mengungkap, sekitar 400 orang meninggal setiap hari akibat virus corona.

Netizen menilai, kasus kematian yang tinggi ini menandakan Covid-19 belum akan berhenti.

"465 rata-rata harian untuk kematian dan pandemi telah berakhir,” kata seorang pengguna Twitter.

"Covid sudah berakhir menurut Joe Biden," demikian isi cuitan lainnya.

Pengguna lainnya menyebut Biden salah informasi karena virus corona masih ada.

Sebelumnya Biden mengatakan pandemi telah berakhir karena warganya baik-baik saja, meski keluar tanpa mengenakan masker. Namun dia mengakui bahwa masih banyak yang harus dilakukan untuk menangani Covid-19.

"Kita masih punya masalah dengan Covid. Kami masih melakukan banyak hal untuk itu, tetapi pandemi sudah berakhir. Jika Anda perhatikan, tidak ada yang memakai masker. Semua orang tampaknya dalam kondisi cukup baik. Jadi saya pikir ini sudah berubah," ujarnya.

Jumlah kasus infeksi dan kematian akibat pandemi Covid-19 telah jauh berkurang dibandingkan dengan masa awal jabatan Biden yakni pada Januari 2021. Saat itu kasus kematian per hari mencapai 3.000 orang. 

Namun setelah ada peningkatan layanan perawatan, pendistribusian obat-obatan, serta vaksinasi yang banyak tersedia, kasus dan dampak paparan virus corona bisa ditekan.

Sebelumnya Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan akhir pandemi Covid-19 sudah di depan mata karena kasus kematian secara global menurun tajam.

Meski demikian dia menegaskan dunia belum sampai ke sana.

Dia memperingatkan virus corona masih dalam status darurat global yang seraya dan menyoroti bahwa selama 8 bulan pertama 2022, lebih dari 1 juta orang meninggal karena virus itu.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut