Jenderal Lebanon Dibunuh Israel, Hizbullah: Kejahatan Keji!
BEIRUT, iNews.id - Serangan udara Israel ke Lebanon, Sabtu (6/6/2026) malam, menewaskan 12 orang, termasuk beberapa petinggi militer dan prajurit. Ini merupakan serangan kesekian kali Israel menargetkan militer Lebanon, meski mereka berperang melawan kelompok Hizbullah.
Seorang perwira tinggi Angkatan Darat Lebanon, Brigadir Jenderal Wassam Sabra, Kapten Elie Khoury, serta prajurit Hussein Ghozal, tewas setelah kendaraan mereka dihantam rudal yang ditembakkan dari drone Israel di jalan Kota Khardali, Provinsi Nabatieh.
Angkatan Darat Lebanon murka seraya menyebut serangan itu sebagai kelanjutan agresi brutal Israel yang disengaja dan berulang yang bertujuan untuk menggagalkan upaya perdamaian.
Presiden Lebanon Joseph Aoun juga mengutuk serangan itu.
"Pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan Lebanon dan hukum serta norma internasional," ujarnya, seperti dikutip dari Al Jazeera, Minggu (7/6/2026)
Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam menyebut pembunuhan itu sebagai serangan terhadap Lebanon dan seluruh rakyatnya.
Kelompok Hizbullah juga menyebut serangan tersebut sebagai kejahatan keji. Mereka juga menuduh pemerintah Lebanon sengaja mengekspos negaranya dalam pertumpahan darah serta menyerah terhadap tuntutan musuh, yakni AS.
Ironisnya, serangan terbaru ini berlangsung hanya beberapa hari setelah kedua negara menyepakati gencatan senjata bersyarat terbaru, menyusul perundingan yang dimediasi Amerika Serikat (AS). Presiden Donald Trump bahkan yang mengumumkan bahwa kedua pihak bersedia menghentikan serangan.
Sementara itu militer Israel menjelaskan serangan itu terjadi di "zona pertempuran aktif". Pergerakan di zona pertempuran membutuhkan koordinasi dengan Angkatan Darat Israel. Oleh karena itu, insiden tersebut masih dalam penyelidikan terkoordinasi.
Editor: Anton Suhartono