Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Viral, Polisi Australia Seret Muslim Salat saat Demo Tolak Kunjungan Presiden Israel
Advertisement . Scroll to see content

Israel Terus Gempur Gaza saat Gencatan Senjata, Warga Tak Rasakan Ketenangan Lagi

Kamis, 05 Februari 2026 - 16:21:00 WIB
Israel Terus Gempur Gaza saat Gencatan Senjata, Warga Tak Rasakan Ketenangan Lagi
Gencatan senjata yang berlaku sejak 10 Oktober 2025 tak membawa rasa aman bagi warga Jalur Gaza (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

GAZA, iNews.id - Gencatan senjata yang berlaku sejak 10 Oktober 2025 tak membawa rasa aman bagi warga Jalur Gaza. Militer Israel kembali melancarkan pengeboman intensif, Rabu (4/2/2026), menewaskan sedikitnya 23 orang hanya dalam satu hari. 

Serangan ini menjadi salah satu yang paling mematikan dalam sehari, sejak gencatan senjata diberlakukan.

Jurnalis Al Jazeera di Gaza, Abu Azzoum, mengatakan warga sama sekali tidak merasakan ketenangan, bahkan di masa yang seharusnya tak ada serangan militer.

“Terjadi peningkatan aktivitas militer Israel di seluruh Gaza dalam beberapa jam terakhir. Suara drone Israel terus terdengar di atas kepala, menandakan potensi serangan lanjutan yang bisa terjadi kapan saja,” ujarnya.

Sumber medis mengatakan kepada Al Jazeera, korban tewas termasuk anak-anak. Salah satunya bocah perempuan berusia 11 tahun. Serangan Israel menghantam sejumlah wilayah padat penduduk dan lokasi pengungsian.

Sebanyak 14 orang dilaporkan tewas akibat penembakan di lingkungan Tuffah dan Zeitun, Kota Gaza. Sementara itu, empat orang lainnya meninggal dunia setelah serangan menghantam tenda-tenda pengungsi di Qizan Abu Rashwan, Khan Younis.

Dua korban jiwa juga dilaporkan jatuh akibat serangan udara Israel di kamp pengungsi Al Mawasi. Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina mengonfirmasi salah satu korban adalah petugas pertolongan pertama, Hussein Hasan Hussein Al Sumairy.

Tak hanya menargetkan area terbuka, sejumlah rumah warga di Kota Gaza juga diserang tanpa peringatan sebelumnya. Rentetan serangan ini membuat warga hidup dalam ketakutan, meski status gencatan senjata masih berlaku.

Militer Israel mengklaim serangan tersebut dilakukan oleh unit lapis baja dan pesawat tempur di Gaza Utara, menyusul insiden seorang perwira cadangan Israel yang terkena tembakan dan mengalami luka parah.

Al Jazeera juga melaporkan, pasukan Israel memindahkan posisi garis kuning, penanda tak resmi area operasi militer mereka, di wilayah timur Gaza. Langkah ini memicu kecemasan baru di kalangan penduduk yang khawatir akan perluasan serangan.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut