Israel Ngeyel, Tak Akan Tinggalkan Gaza 1 Milimeter pun
TEL AVIV, iNews.id - Menteri Pertahanan (Menhan) Israel, Israel Katz, menegaskan militernya tidak akan bergeser "1 milimeter pun" dari Garis Kuning di Jalur Gaza. Garis Kuning merujuk pada batas tidak resmi wilayah kendali militer Zionis di Gaza bagian timur setelah kesepakatan gencatan senjata berlaku pada 10 Oktober 2025.
Katz mengatakan pasukan Israel tak akan mundur sampai Hamas meletakkan senjata meskipun.
Memasuki fase kedua gencatan senjata pada Januari 2026, Israel seharusnya mundur secara bertahap dari batas tersebut.
"Kami tidak akan pernah membiarkan Hamas tetap eksis, baik dengan senjata maupun terowongan. Slogannya sederhana, sampai terowongan terakhir," kata Katz, seperti dilaporkan surat kabar Yedioth Ahronoth, dikutip Sabtu (21/2/2026).
Di Forum Board of Peace, Prabowo Siap Kirim 8.000 Pasukan Indonesia ke Gaza
Sekretaris Kabinet Israel Yossi Fuchs sebelumnya mengatakan, pemerintah memberi Hamas waktu 60 hari untuk melucuti senjata atau akan melanjutkan serangan ke Gaza jika mereka tidak mematuhinya.
Israel Beri Waktu Hamas 60 Hari Letakkan Senjata atau Gaza Akan Diserang Lagi
Perlucutan senjata Hamas merupakan bagian dari fase kedua dari penerapan 20 poin rencana perdamaian Gaza usulan Presiden AS Donald Trump. Fase ini juga mencakup penarikan pasukan Israel lebih lanjut dari Gaza, dimulainya rekonstruksi, serta pembentukan pemerintahan sementara di wilayah kantong tersebut.
Katz di kesempatan terpisah mengatakan, Israel harus memperluas produksi senjata dalam negeri untuk memastikan bisa melindungi diri secara mandiri, tidak bergantung lagi dari Amerika Serikat maupun Eropa.
Kementerian Pertahanan Israel memutuskan untuk meluncurkan inisiatif jangka panjang bernama "Perisai Israel" yang akan menambah anggaran militer 350 miliar shekel atau sekitar Rp1.902 triliun selama beberapa dekade ke depan.
Editor: Anton Suhartono