Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Palestina Kutuk Israel soal Klaim Sepihak Kuasai Tepi Barat
Advertisement . Scroll to see content

Israel Lakukan Berbagai Cara Gagalkan Kesepakatan Nuklir AS-Iran

Selasa, 17 Februari 2026 - 03:03:00 WIB
Israel Lakukan Berbagai Cara Gagalkan Kesepakatan Nuklir AS-Iran
Israel melakukan segala cara untuk menggagalkan kesepakatan nuklir antara Amerika Serikat dengan Iran (Foto: Anadolu)
Advertisement . Scroll to see content

TEHERAN , iNews.id - Israel terus berupaya dengan segala cara untuk menggagalkan kesepakatan nuklir antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran. Delegasi kedua negara rencananya bertemu di Jenewa, Swiss, Selasa (17/2/2026) untuk melanjutkan perundingan nuklir.

Sumber pejabat Iran mengatakan kepada kantor berita RIA Novosti, Israel terus berupaya memengaruhi proses negosiasi serta menghambat kesepakatan nuklir.

"Israel berupaya memengaruhi agenda Amerika Serikat dengan menetapkan syarat atau mengusulkan pembatasan. Tujuan Israel adalah menghambat kesepakatan, bukan kemajuan diplomatik," kata sumber pejabat yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Syarat baru yang diembuskan Israel di antaranya memperluas bahasan negosiasi dengan memasukkan isu rudal balistik, bukan sekadar nuklir.

Dia menambahkan, AS telah menyetujui bahwa negosiasi dengan Iran hanya fokus pada isu-isu nuklir.

"Masuknya AS ke dalam perundingan Muscat berarti mereka menerima kerangka kerja yang digariskan oleh Iran," katanya.

AS, lanjut pejabat itu, telah mengirim pesan kepada pemerintah Iran melalui perantara bahwa mereka menerima perundingan hanya akan fokus pada isu-isu nuklir.

Iran telah menetapkan harga mati dalam negosiasi dengan AS bahwa dialog hanya akan dilakukan pada isu-isu nuklir, tidak yang lain, termasuk pesanan Israel.

"Iran telah menetapkan garis merahnya, negosiasi akan secara eksklusif membahas energi nuklir, isu-isu 'non-nuklir' tidak akan masuk dalam agenda negosiasi. Selain itu, Iran tidak akan pernah membahas seputar penihilan pengayaan uranium," ujarnya.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut