Israel Lakukan Berbagai Cara Gagalkan Kesepakatan Nuklir AS-Iran
TEHERAN , iNews.id - Israel terus berupaya dengan segala cara untuk menggagalkan kesepakatan nuklir antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran. Delegasi kedua negara rencananya bertemu di Jenewa, Swiss, Selasa (17/2/2026) untuk melanjutkan perundingan nuklir.
Sumber pejabat Iran mengatakan kepada kantor berita RIA Novosti, Israel terus berupaya memengaruhi proses negosiasi serta menghambat kesepakatan nuklir.
"Israel berupaya memengaruhi agenda Amerika Serikat dengan menetapkan syarat atau mengusulkan pembatasan. Tujuan Israel adalah menghambat kesepakatan, bukan kemajuan diplomatik," kata sumber pejabat yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Syarat baru yang diembuskan Israel di antaranya memperluas bahasan negosiasi dengan memasukkan isu rudal balistik, bukan sekadar nuklir.
4 Alasan Trump Bersedia Bertemu Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
Dia menambahkan, AS telah menyetujui bahwa negosiasi dengan Iran hanya fokus pada isu-isu nuklir.
"Masuknya AS ke dalam perundingan Muscat berarti mereka menerima kerangka kerja yang digariskan oleh Iran," katanya.
Israel Gagal Yakinkan Trump untuk Serang Iran, Negosiasi Nuklir Tetap Berlanjut
AS, lanjut pejabat itu, telah mengirim pesan kepada pemerintah Iran melalui perantara bahwa mereka menerima perundingan hanya akan fokus pada isu-isu nuklir.
Iran telah menetapkan harga mati dalam negosiasi dengan AS bahwa dialog hanya akan dilakukan pada isu-isu nuklir, tidak yang lain, termasuk pesanan Israel.
"Iran telah menetapkan garis merahnya, negosiasi akan secara eksklusif membahas energi nuklir, isu-isu 'non-nuklir' tidak akan masuk dalam agenda negosiasi. Selain itu, Iran tidak akan pernah membahas seputar penihilan pengayaan uranium," ujarnya.
Editor: Anton Suhartono