Israel Klaim Selesaikan Penyelidikan Kasus Kekerasan saat Pemakaman Jurnalis TV Al Jazeera, Hasilnya?
YERUSALEM, iNews.id - Polisi Israel menyatakan telah menyelesaikan penyelidikan internal atas kekerasan selama prosesi pemakaman jurnalis TV Al Jazeera, Shireen Abu Akleh. Sayangnya, polisi Israel tak merilis temuan apa pun.
Pernyataan itu disampaikan kepolisian Israel, Kamis (16/6/2022). Seorang juru bicara polisi mengatakan, hasil penyelidikan disampaikan kepada menteri pekerjaan umum.
"Kami tidak dapat tetap acuh tak acuh terhadap gambar-gambar kekerasan ini. Kami harus menyelidiki," kata Komandan polisi, Kobi Shabtai.
Dia menambahkan, polisi di bawah instruksinya menggelar penyelidikan untuk menilai tindakan pasukannya di lapangan. Tujuannya untuk menarik kesimpulan dan meningkatkan kemajuan operasional dalam peristiwa semacam itu.
Polisi Israel Serang Pelayat, Pemakaman Jurnalis Al Jazeera yang Tewas Ditembak Ricuh
Sebelumnya, polisi Israel meluncurkan penyelidikan kasus kekerasan tersebut menyusul kecaman internasional. Pasalnya, peti mati reporter veteran itu hampir jatuh ketika polisi menyerang para pengusung.
Bulan lalu, ribuan orang menghadiri kebaktian di Yerusalem Timur yang dicaplok Israel. Gambar-gambar kerusuhan disiarkan langsung di TV.
Ini Detik-Detik Jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Oqla Tertembak
Pihak berwenang Israel menyalahkan pengunjuk rasa Palestina atas insiden buruk itu.
Abu Akleh ditembak dan dibunuh bulan lalu saat meliput operasi tentara Israel di kamp Jenin di Tepi Barat yang diduduki.
Sementara sebuah penyelidikan Palestina mengatakan, seorang tentara Israel menembak mati Abu Akleh dan menyebutnya sebagai kejahatan perang. Sebaliknya, Israel telah membantah tuduhan itu dan menyebut korban bisa saja dibunuh oleh pria bersenjata Palestina.
Saudara laki-laki Abu Akleh, Anton, menolak mentah-mentah penyelidikan polisi atas kerusuhan di pemakamannya. Dia yakin polisi Israel justru pelakunya.
"Kami tidak peduli apa yang dikatakan atau dilakukan Israel, semuanya jelas dari foto-foto itu. Polisi adalah agresornya. Mereka berusaha menutupi tindakan dan kesalahan mereka," kata Anton seperti dilansir france24 dari AFP.
Abu Akleh juga memegang kewarganegaraan AS. Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengkritik tindakan polisi Israel saat prosesi pemakaman.
Juru bicara Departemen Luar Negeri, Ned Price mengatakan, AS sedang mencari informasi lebih lanjut tentang penyelidikan kasus pemakaman tersebut.
"Tentu saja, bagi kami, biasanya penyelidikan ini, temuannya dirilis ke publik," kata Price kepada wartawan di Washington.
Editor: Umaya Khusniah