Israel Kembali Bombardir Beirut dan Lebanon Selatan, Lebih dari 25 Orang Tewas
BEIRUT, iNews.id - Serangan udara Israel kembali menghantam berbagai wilayah Lebanon, Jumat (13/3/2026), menewaskan lebih dari 25 orang di Beirut serta wilayah selatan dan timur negara itu. Serangan dahsyat ini bagian dari front baru dalam perang yang lebih luas antara Israel dan Amerika Serikat melawan Iran.
Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, serangan Israel pada dini hari itu menghantam sebuah mobil di kawasan pesisir Jnah, Beirut barat daya, dan menewaskan satu orang. Serangan lain menghantam sebuah apartemen di kawasan Nabaa, wilayah yang dihuni komunitas Armenia. Bangunan tersebut dilaporkan dilalap api, meski tidak ada korban jiwa yang langsung dilaporkan.
Ini pertama kalinya kawasan Nabaa menjadi sasaran serangan dalam konflik yang sedang berlangsung, termasuk selama perang antara Hezbollah dan Israel pada 2024.
Dalam kurang dari dua pekan terakhir, serangan Israel di Lebanon telah menewaskan sedikitnya 687 orang, termasuk 98 anak-anak. Lebih dari 800.000 warga juga dilaporkan terpaksa mengungsi akibat pengeboman tersebut.
Pidato Perdana Netanyahu sejak Perang: Iran Bukan Lagi Iran yang Sama setelah Serangan Israel
Militer Israel mengklaim serangan di Beirut menargetkan seorang anggota Hezbollah. Menurut laporan media, salah satu target diduga berkaitan dengan penyimpanan dana kelompok tersebut di ruang bawah tanah beberapa bangunan.
Beberapa jam kemudian, drone Israel kembali menghantam sebuah gedung apartemen di kawasan Bourj Hammoud, pinggiran timur laut Beirut. Kedua kawasan yang diserang itu jauh dari wilayah pinggiran selatan Beirut, yang selama ini menjadi basis utama Hezbollah dan rutin dibombardir Israel.
Gubernur California Kritik Keras Netanyahu, Sebut Israel Negara Apartheid
Serangan Israel juga terus berlanjut di wilayah selatan dan timur Lebanon. Sembilan orang tewas, termasuk lima anak-anak di kota Arki dekat Sidon. Delapan orang lainnya tewas dan sembilan terluka dalam serangan di wilayah al-Fawwar, juga di Sidon.
Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan tiga orang tewas dalam serangan di kota Ain Ebel. Serangan lain di Barish, distrik Tyre, juga menewaskan tiga orang.
Incar Netanyahu, Iran: Kami Tahu di Mana Tempat Pertemuannya!
Di wilayah timur Lembah Bekaa, dua orang tewas dan tiga lainnya mengalami luka kritis setelah serangan Israel menghantam sebuah apartemen di Bar Elias.
Iran Tembakkan Rudal Kheibar ke Kantor Netanyahu dan Markas AU Israel
Serangan tersebut dilaporkan menargetkan seorang pejabat kelompok Al-Jamaa al-Islamiya. Pejabat tersebut ditemukan luka parah sementara dua putranya tewas.
Serangan lain menewaskan seorang perempuan Lebanon di Kota Abba, Lebanon selatan. Sementara itu, sebuah ambulans dilaporkan ikut terkena serangan di kawasan Tayr Falsay. Militer Israel juga menghancurkan Jembatan Zrarieh di Sungai Litani, yang menjadi jalur penting bagi Hizbullah.
Tim penyelamat kemudian menemukan dua jenazah di reruntuhan bangunan yang hancur akibat serangan udara Israel di kota Qalila. Petugas pertahanan sipil masih berupaya mencari korban lain yang diduga tertimbun.
Menteri Pertahanan Israel Israel Katz memperingatkan Israel bisa mengambil alih wilayah Lebanon jika pemerintah negara itu tidak menghadapi Hizbullah dan menghentikan serangan kelompok tersebut. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga menyampaikan pesan serupa, menuding pemerintah Lebanon bermain api, jika tidak mengambil langkah terhadap Hizbullah.
Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam sebelumnya menegaskan pemerintahnya berkomitmen memulihkan kedaulatan negara, termasuk dengan melarang sayap militer Hizbullah. Namun, langkah tersebut sulit dilakukan di tengah situasi perang yang sedang berlangsung.
Editor: Maria Christina