Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Profil Arsyan Ismail, Pria asal Malaysia Pecahkan Rekor Dunia usai Jual Domain Rp1,1 Triliun!
Advertisement . Scroll to see content

Ismail Sabri Yaakob Resmi Jadi PM Malaysia, UMNO Kembali Berkuasa tanpa Pemilu

Sabtu, 21 Agustus 2021 - 16:44:00 WIB
Ismail Sabri Yaakob Resmi Jadi PM Malaysia, UMNO Kembali Berkuasa tanpa Pemilu
Perdana Menteri Malaysia, Ismail Sabri Yaakob, saat menghadiri pelantikannya di Istana Negara Malaysia, Sabtu (21/8/2021). (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

KUALA LUMPUR, iNews.idIsmail Sabri Yaakob telah dilantik menjadi perdana menteri Malaysia, Sabtu (21/8/2021). Pelantikannya itu sekaligus menandai kembalinya UMNO sebagai partai berkuasa di negeri jiran.

Tiga tahun lalu, UMNO ditaklukkan oleh koalisi Pakatan Harapan yang dipimpin Mahathir Mohamad dan Anwar Ibrahim. Sebagai partai yang telah mengendalikan pemerintahan Malaysia selama berpuluh-puluh tahun sejak kemerdekaan negara itu pada 1957, UMNO dengan koalisi Barisan Nasional-nya harus menelan pil pahit kekalahan di Pemilu 2018, akibat dinodai oleh tuduhan korupsi. 

Ismail Sabri berhasil menduduki kursi perdana menteri menggantikan pendahulunya, Muhyiddin Yassin, setelah mendapatkan mayoritas suara anggota parlemen pada pekan ini. Raja Malaysia, Sultan Abdullah Ri’ayatuddin al-Mustafa Billah, mengesampingkan opsi menggelar pemilu untuk mencari pengganti Muhyiddin, berhubung dengan pandemi Covid.

Reuters melansir, hari ini Ismail dilantik sebagai PM baru di Istana Negara Malaysia di Kuala Lumpur, dan mengucapkan sumpah jabatan di hadapan raja. Acara pelantikannya turut dihadiri para pemimpin koalisi lainnya, termasuk mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak

Sultan Abdullah sebelumnya mengatakan, perdana menteri baru harus menghadapi mosi tidak percaya di parlemen untuk membuktikan kekuatan mayoritasnya. 

Ismail Sabri adalah perdana menteri ketiga yang dilantik di Istana Negara Malaysia sejak Pemilu 2018. Gonjang-ganjing politik menyebabkan tak ada kepala pemerintahan negara itu yang bisa bertahan menjabat lebih dari 20 bulan dalam tiga tahun terakhir.

Sebuah petisi daring yang mulai dicetuskan minggu ini berhasil menarik 350.000 penanda tangan. Petisi itu menentang penunjukan Ismail Sabri sebagai PM, dengan alasan penanganannya yang buruk terhadap pandemi Covid-19 saat bekerja bersama Muhyiddin.

Malaysia pada Jumat (20/8/2021) kemarin mencatatkan tambahan 23.564 kasus virus corona. Itu adalah rekor yang dibuat negeri jiran untuk hari ketiga berturut-turut. Adapun total kejadian infeksi Covid di Malaysia kini sudah menembus 1,5 juta kasus.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut