Iran Sudah Curiga Uni Emirat Arab Dukung Serangan AS-Israel sejak Awal
TEHERAN, iNews.id - Iran sudah mencurigai Uni Emirat Arab (UEA) mendukung serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel sejak awal perang berkecamuk. Kecurigaan itu muncul setelah UEA tidak mengecam serangan terhadap Iran pada 28 Februari lalu.
Menteri Luar Negeri (Mnelu) Iran Abbas Araghchi menuding UEA terlibat langsung dalam operasi militer melawan Teheran. Dia menyebut sikap diam Abu Dhabi saat perang dimulai menjadi salah satu indikasi keberpihakan terhadap AS dan Israel.
"Sejujurnya, UEA terlibat langsung dalam tindakan agresif terhadap negara saya. Saat agresi dimulai, mereka menahan diri untuk tidak mengutuk dan juga membiarkan wilayah mereka digunakan untuk serangan (terhadap Iran)," kata Araghchi, dalam pernyataan di akun Telegram.
Pernyataan keras tersebut disampaikan setelah muncul laporan dari pejabat Barat yang menyebut UEA melakukan serangan udara secara rahasia bersamaan dengan perang AS-Israel melawan Iran.
Militer UEA dilaporkan diam-diam ikut menyerang Iran di tengah memanasnya perang antara AS-Israel melawan Teheran. Pemerintah AS bahkan memberi apresiasi atas keterlibatan UEA dalam operasi tersebut.
Laporan mengejutkan itu diungkap seorang sumber pejabat AS kepada harian The Wall Street Journal (WSJ). Disebutkan, serangan UEA menyasar fasilitas minyak Iran di Pulau Lavan pada awal April.
Serangan itu terjadi beberapa saat sebelum Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata dengan Iran yang mengakhiri pertempuran selama 5 pekan.
Menurut pejabat tersebut, Washington mengapresiasi langkah UEA itu, termasuk dukungan sejumlah negara Teluk lain yang ingin ikut bergabung dalam pertempuran melawan Iran.
Namun para pejabat itu tidak mengungkap tanggal maupun waktu pasti operasi militer UEA dilakukan.
Sementara itu, televisi pemerintah Iran, IRIB, pada 8 April melaporkan, militer Iran melancarkan serangan rudal dan drone terhadap UEA serta Kuwait.
Serangan itu berlangsung beberapa jam setelah fasilitas minyak Iran di Pulau Lavan digempur.
“(Lavan) menjadi target serangan pengecut,” demikian laporan IRIB, saat itu.
Pada hari yang sama, beberapa jam setelah gencatan senjata AS-Iran mulai berlaku, UEA mengumumkan negaranya menjadi sasaran 17 rudal dan 35 drone Iran.
Editor: Anton Suhartono