Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : AS Tuduh WHO Telat Deteksi Ebola di Kongo, Renggut 100 Nyawa Lebih
Advertisement . Scroll to see content

Iran Siapkan Strategi dan Senjata Baru Perang Lawan AS-Israel

Rabu, 20 Mei 2026 - 07:00:00 WIB
Iran Siapkan Strategi dan Senjata Baru Perang Lawan AS-Israel
Iran menegaskan telah menyiapkan strategi serta senjata baru untuk menghadapi kemungkinan perang lanjutan melawan Amerika Serikat maupun Israel (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

TEHERAN, iNews.id - Iran menegaskan telah menyiapkan strategi serta senjata baru untuk menghadapi kemungkinan perang lanjutan melawan Amerika Serikat (AS) maupun Israel. Iran dan AS dalam situasi gencatan senjata sampai batas waktu yang tidak definitif. Meski demikian perang terbaru bisa pecah kapan saja karena perundingan damai kedua negara buntu.

Selain itu Iran juga memperingatkan akan membuka front pertempuran baru jika kembali diserang Amerika Serikat (AS) dan Israel. Teheran juga 

“Kami akan membuka front baru melawan mereka dengan alat dan metode baru,” kata seorang juru bicara militer Iran, seperti dikutip kantor berita ISNA, Rabu (20/5/2026).

Peringatan keras itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah ancaman serangan lanjutan dari AS dan Israel terhadap Iran.

Presiden AS Donald Trump pada Senin mengumumkan penundaan serangan terhadap Iran atas permintaan beberapa negara Teluk, terutama Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Sebelumnya, Trump juga menyatakan waktu untuk mencapai kesepakatan damai dengan Iran terus menipis setelah pembicaraan untuk mengakhiri perang mengalami kebuntuan. Trump juga mengatakan kesabarannya hampir habis, merujuk pada situasi di Selat Hormuz yang masih diblokade.

Iran juga terus mempertahankan kendali atas Selat Hormuz, jalur perairan strategis yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair dunia. Langkah itu dinilai menjadi tekanan besar terhadap ekonomi global.

Sementara itu, AS juga disebut memberlakukan blokade pelabuhan untuk menekan Iran agar menerima tuntutan damai yang diajukan Washington.

Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menggelar rapat kabinet keamanan pada Minggu dan Senin lalu guna membahas kemungkinan serangan lanjutan terhadap Iran.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut