Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ikuti Selera Trump, Warna Pesawat Air Force One Bakal Diubah Jadi Biru-Merah-Emas
Advertisement . Scroll to see content

Iran Patroli 24 Jam di Selat Hormuz, Gunakan Senjata Misterius

Rabu, 18 Februari 2026 - 13:37:00 WIB
Iran Patroli 24 Jam di Selat Hormuz, Gunakan Senjata Misterius
Iran meningkatkan pengawasan di Selat Hormuz dengan patroli 24 jam penuh di tengah memanasnya ketegangan dengan Amerika Serikat (Foto: Sepahnews)
Advertisement . Scroll to see content

TEHERAN, iNews.id - Iran meningkatkan pengawasan di Selat Hormuz dengan patroli 24 jam penuh di tengah memanasnya ketegangan dengan Amerika Serikat (AS). Tak hanya mengandalkan armada laut dan udara, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) juga mengerahkan sejumlah peralatan tempur canggih, termasuk sistem yang belum sepenuhnya diungkap ke publik.

Kepala Staf Angkatan Laut IRGC Laksamana Muda Alireza Tangsiri menegaskan, pihaknya mempertahankan dominasi intelijen selama 24 jam atas Selat Hormuz. Pengawasan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari permukaan laut, udara, hingga bawah laut.

Langkah ini diambil setelah meningkatnya kehadiran militer AS di kawasan, termasuk penempatan dua gugus tempur kapal induk serta pesawat pengebom strategis di sekitar Teluk Persia. 

Situasi tersebut mendorong Iran memperkuat kesiapan tempurnya di jalur pelayaran paling vital bagi distribusi energi dunia itu.

Menurut Tangsiri, patroli dan pemantauan tersebut bukan sekadar pengawasan biasa, melainkan bagian dari latihan militer bertajuk “Pengendalian Cerdas Selat Hormuz”. 

Latihan ini berada di bawah pengawasan langsung Panglima IRGC Mayor Jenderal Mohammad Pakpour. Dalam latihan tersebut, IRGC mengerahkan berbagai peralatan tempur, termasuk sejumlah persentaan misterius yang belum pernah diumumkan ke publik secara resmi. 

Tangsiri menyebut sebagian alutsista yang digunakan telah diperkenalkan ke publik, namun ada pula kemampuan baru yang masih dirahasiakan. Penggunaan “senjata misterius” ini disebut-sebut sebagai bagian dari strategi deterrence atau efek gentar terhadap kekuatan asing.

Selain manuver tempur, unit respons cepat Angkatan Laut IRGC juga dilatih untuk melakukan intervensi, inspeksi, bahkan penyitaan kapal yang melintas tanpa izin di perairan strategis tersebut. Langkah ini mempertegas sikap Iran bahwa pengamanan Teluk Persia dan Selat Hormuz merupakan tanggung jawab penuh mereka.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut