Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Keok di Medan Perang, Drone Tempur MQ-9 Reaper AS Jadi Bulan-bulanan Iran 
Advertisement . Scroll to see content

Iran Naikkan Upah Minimum 60 Persen di Tengah Perang Lawan AS-Israel!

Selasa, 17 Maret 2026 - 12:06:00 WIB
Iran Naikkan Upah Minimum 60 Persen di Tengah Perang Lawan AS-Israel!
Iran menaikkan upah minimum lebih dari 60 persen di tengah perang melawan AS dan Israel. (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

TEHERAN, iNews.id - Menteri Tenaga Kerja Iran mengumumkan kenaikan upah minimum lebih dari 60 persen. Kebijakan itu dikeluarkan di tengah perang melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Dilansir dari Kantor Berita Tasnim, Selasa (17/3/2026), kenaikan upah itu telah disetujui pemerintah. Dengan begitu, upah minimum Iran naik dari 103 juta rial atau Rp1,3 juta menjadi 166 juta rial atau Rp2,1 juta.

Selain itu, pemerintah Iran juga mengumumkan kenaikan tunjangan nafkah anak.

Diketahui, kenaikan upah terjadi beberapa bulan setelah demo anti-pemerintah Iran imbas ketidakpuasan masyarakat atas kondisi ekonomi yang buruk.

Iran menyesuaikan upah minimum setiap tahun untuk memperhitungkan inflasi yang telah meroket akibat sanksi internasional dalam beberapa bulan menjelang perang melawan AS dan Israel.

Mata uang Iran diperdagangkan sekitar 1,47 juta rial per dolar AS menurut situs pemantauan Bonbast.

Demonstrasi ekonomi meletus pada Desember 2025 dipicu oleh tingginya biaya hidup dan depresiasi mata uang nasional.

Aksi unjuk rasa tersebut berkembang menjadi gerakan nasional yang menyerukan diakhirinya kepemimpinan ulama negara yang telah berkuasa sejak Revolusi Islam 1979.

Pihak berwenang melancarkan penindakan terhadap protes yang menurut kelompok hak asasi manusia telah menewaskan ribuan orang, mendorong Presiden AS Donald Trump untuk mengancam akan melakukan intervensi militer.

Tujuan yang disampaikan Trump dalam melancarkan kampanye melawan republik Islam tersebut telah bergeser, meskipun dia berulang kali menyerukan kepada warga Iran untuk mengambil kesempatan untuk bangkit dan mengambil kendali atas negara mereka.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut