Iran Minta Maaf Serang Negara Tetangga, Trump: Mereka Kalah!
WASHINGTON DC, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump merespons permintaan maaf Presiden Iran Masoud Pezeshkian atas serangan yang menyasar wilayah-wilayah tetangga Iran. Dia menyatakan Iran telah kalah.
Trump mengklaim permintaan maaf itu disampaikan buntut tekanan militer yang terus-menerus dari AS dan Israel. Menurutnya, Teheran telah mundur sebagai akibat dari serangan berkelanjutan yang dilakukan oleh Washington dan sekutu regionalnya.
“Iran, yang sedang dihancurkan habis-habisan, telah meminta maaf dan menyerah kepada negara-negara tetangganya di Timur Tengah, dan berjanji bahwa mereka tidak akan menembaki mereka lagi. Janji ini hanya dibuat karena serangan tanpa henti dari AS dan Israel,” tulis Trump lewat media sosial Truth Social, dilansir dari Anadolu, Sabtu (7/3/2026).
Dia juga mengklaim ambisi Iran mendominasi Timur Tengah telah pupus.
Negara-Negara Arab Kecam Keras Serangan Iran ke Wilayahnya: Hormati Hukum Internasional
“Mereka ingin mengambil alih dan memerintah Timur Tengah. Ini adalah pertama kalinya Iran kalah, dalam ribuan tahun, dari negara-negara Timur Tengah di sekitarnya," tutur dia.
Trump menambahkan para pemimpin regional telah menyampaikan rasa terima kasih kepadanya.
Iran Ancam Negara Eropa jika Ikutan AS-Israel Serang Negaranya: Target yang Sah!
30% Korban Tewas Serangan AS-Israel ke Iran Anak-Anak, Rudal Ditembak dari UEA
Dalam unggahan yang sama, Trump menyatakan Iran bukan lagi pengganggu Timur Tengah, melainkan pihak yang kalah dan akan tetap demikian selama beberapa dekade hingga menyerah atau kemungkinan besar runtuh sepenuhnya.
Dia juga memperingatkan akan adanya serangan militer tambahan ke Iran.
Negara-Negara Teluk Marah ke AS usai Wilayahnya Digempur Drone Iran Tanpa Peringatan
“Hari ini Iran akan dihantam sangat keras! Yang sedang dipertimbangkan secara serius untuk dihancurkan sepenuhnya dan menyebabkan kematian, karena perilaku buruk Iran, adalah daerah dan kelompok orang yang belum dipertimbangkan untuk menjadi sasaran hingga saat ini,” ucap Trump.
Sebelumnya, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan permohonan maaf atas serangan-serangan yang dilancarkan ke wilayah negara-negara tetangga. Dia menyatakan Iran akan menahan diri kecuali terjadi serangan dari wilayah-wilayah tersebut.
“Dewan kepemimpinan sementara mengumumkan kemarin bahwa tidak akan ada lagi serangan terhadap negara-negara tetangga dan tidak ada peluncuran rudal kecuali jika serangan berasal dari negara-negara tersebut terhadap Iran,” kata Pezeshkian dalam pidato yang disiarkan televisi kepada rakyat Iran, dilansir dari Anadolu, Sabtu (7/3/2026).
Dia juga meminta maaf kepada negara-negara tetangga di tengah meningkatnya ketegangan regional. Dia mengatakan Iran tidak berniat menyerang negara lain.
Pezeshkian juga menepis harapan Iran akan menyerah tanpa syarat. Dia menegaskan pihak-pihak tertentu akan membawa harapan tersebut ke liang kubur.
Diketahui, Iran melancarkan rudal dan drone ke Israel dan sejumlah negara Arab yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat (AS).
Beberapa serangan tersebut telah menyebabkan korban jiwa dan kerusakan seperti pelabuhan dan bangunan tempat tinggal.
Teheran mengatakan serangan itu dilakukan sebagai respons terhadap aksi militer AS-Israel terhadap Iran yang telah menewaskan ratusan orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dan para pejabat militer tinggi.
Editor: Rizky Agustian