Iran Kecam Draf Resolusi PBB yang Mengutuk Serangan terhadap Negara Arab
NEW YORK, iNews.id - Iran memperingatkan Dewan Keamanan PBB jika menyetujui draf resolusi yang dibuat negara-negara Teluk. Isi draf resolusi tersebut di antaranya mengutuk serangan Iran terhadap negara-negara Teluk.
Iran terpaksa menyerang pangkalan-pangkalan militer AS di beberapa negara Teluk karena digunakan untuk mendukung serangan terhadap negaranya. Tindakan itu dianggap sah karena bertujuan melindungi wilayah teritorialnya.
Draf resolusi yang diajukan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) itu mengutuk serangan rudal dan drone Iran terhadap Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Yordania serta menuntut penghentian segera semua serangan.
"Beberapa anggota Dewan (Keamanan PBB) berusaha untuk membalikkan peran serta posisi korban dan agresor," kata Dubes Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, di Markas Besar PBB, New York, seperti dikutip dari Anadolu, Rabu (11/3/2026).
Iran Sindir Operasi Militer AS-Israel Gagal Total, Ubah Nama Jadi 'Fury Mistake'
Dewan Keamanan PBB akan menggelar voting pada Rabu waktu New York untuk mengadopsi atau tidak resolusi tersebut.
"Mereka berusaha untuk memberi penghargaan kepada agresor dan menghukum korban melalui resolusi yang bias dan bermotif politik," ujarnya, menegaskan.
Iran: Tak Ada Kapal Tanker AS yang Berani Dekati Selat Hormuz!
Jika diadopsi, resolusi tersebut akan sangat merusak dan melemahkan kredibilitas dan legitimasi Dewan Keamanan PBB.
Iravani juga memperingatkan resolusi tersebut akan memiliki konsekuensi jangka panjang.
“Jika diadopsi, itu akan mencoreng kredibilitas dan reputasi Dewan Keamanan. Jika diadopsi, agresor, Israel dan Amerika Serikat, akan diberi penghargaan dan terdorong untuk melakukan agresi lebih lanjut,” tuturnya.
Iravani memperingatkan, perlakuan tersebut bukan hanya dialami Iran, melainkan terjadi pada negara lain di waktu mendatang.
“Hari ini yang adalah Iran. Besok, bisa jadi negara berdaulat lainnya,” ujarnya.
Dia menyerukan kepada masyarakat internasional untuk bertindak sekarang juga guna menghentikan perang berdarah terhadap rakyat Iran.
Lebih lanjut Iravani menyoroti target serangan AS-Israel ke Iran yang sengaja menyasar warga dan infrastruktur sipil.
Serangan AS-Israel sejak 28 Februari telah menewaskan lebih dari 1.300 warga sipil. Iravani juga melaporkan, serangan tersebut telah menghancurkan 9.669 lokasi sipil, termasuk 7.943 rumah tinggal, 1.617 pusat komersial, dan layanan.
"Angka-angka ini terus meningkat setiap hari seiring dengan serangan militer berkelanjutan yang dilakukan AS dan Israel terhadap kejahatan perang di berbagai kota di Iran," ujarnya.
Editor: Anton Suhartono