Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dukung Mojtaba Khamenei, Korea Utara Tegaskan Bersama Iran
Advertisement . Scroll to see content

Iran Kecam Draf Resolusi PBB yang Mengutuk Serangan terhadap Negara Arab

Rabu, 11 Maret 2026 - 11:28:00 WIB
Iran Kecam Draf Resolusi PBB yang Mengutuk Serangan terhadap Negara Arab
Iran memperingatkan Dewan Keamanan PBB jika menyetujui draf resolusi yang mengutuk serangan terhadap negara-negara Arab (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

NEW YORK, iNews.id - Iran memperingatkan Dewan Keamanan PBB jika menyetujui draf resolusi yang dibuat negara-negara Teluk. Isi draf resolusi tersebut di antaranya mengutuk serangan Iran terhadap negara-negara Teluk.

Iran terpaksa menyerang pangkalan-pangkalan militer AS di beberapa negara Teluk karena digunakan untuk mendukung serangan terhadap negaranya. Tindakan itu dianggap sah karena bertujuan melindungi wilayah teritorialnya.

Draf resolusi yang diajukan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) itu mengutuk serangan rudal dan drone Iran terhadap Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Yordania serta menuntut penghentian segera semua serangan.

"Beberapa anggota Dewan (Keamanan PBB) berusaha untuk membalikkan peran serta posisi korban dan agresor," kata Dubes Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, di Markas Besar PBB, New York, seperti dikutip dari Anadolu, Rabu (11/3/2026). 

Dewan Keamanan PBB akan menggelar voting pada Rabu waktu New York untuk mengadopsi atau tidak resolusi tersebut.

"Mereka berusaha untuk memberi penghargaan kepada agresor dan menghukum korban melalui resolusi yang bias dan bermotif politik," ujarnya, menegaskan.

Jika diadopsi, resolusi tersebut akan sangat merusak dan melemahkan kredibilitas dan legitimasi Dewan Keamanan PBB. 

Iravani juga memperingatkan resolusi tersebut akan memiliki konsekuensi jangka panjang.

“Jika diadopsi, itu akan mencoreng kredibilitas dan reputasi Dewan Keamanan. Jika diadopsi, agresor, Israel dan Amerika Serikat, akan diberi penghargaan dan terdorong untuk melakukan agresi lebih lanjut,” tuturnya.

Iravani memperingatkan, perlakuan tersebut bukan hanya dialami Iran, melainkan terjadi pada negara lain di waktu mendatang.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut