Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Trump Boyong Pengusaha Kelas Kakap AS ke China, Ada Elon Musk hingga Tim Cook
Advertisement . Scroll to see content

Iran Ejek AS soal Ancaman Serangan Nuklir: Menggelikan!

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:32:00 WIB
Iran Ejek AS soal Ancaman Serangan Nuklir: Menggelikan!
Iran mengejek Amerika Serikat terkait ancaman Presiden Donald Trump yang akan menyerang kembali negaranya (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

TEHERAN, iNews.id - Iran mengejek Amerika Serikat terkait ancaman yang disampaikan Presiden Donald Trump yang akan menyerang kembali negaranya.

Trump pada Kamis (7/5/2026) mengatakan, AS akan menyerang kembali Iran lebih dahsyat daripada sebelumnya jika tak ada kesepakatan damai yang dicapai. 

“Anda hanya perlu melihat cahaya besar yang keluar dari Iran," kata Trump, saat itu.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran Esmaeil Baghaei memaknai istilah cahaya besar dari Trump sebagai serangan nuklir.

“Sungguh absurd dan menggelikan, mereka mengklaim mengupayakan perdamaian dan mencegah krisis nuklir, namun solusi yang mereka usulkan adalah ‘cahaya besar’,” kata Baghaei, dalam pernyataan di media sosial X, dikutip Selasa (12/5/2026).

Dia juga mengunggah cuplikan film AS tahun 1964 berjudul "Dr Strangelove or: How I Learned to Stop Worrying and Love the Bomb" karya sutradara Stanley Kubrick.

Satire antiperang Kubrick menceritakan serangan senjata nuklir tidak disengaja terhadap Uni Soviet yang berusaha dihentikan oleh AS namun gagal.

Trump dalam beberapa kesempatan menegaskan, program nuklir Iran harus dihentikan, termasuk pengayaan uranium di bawah 3,7 persen sesuai perjanjian nuklir Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) yang diteken pada 2015. Trump kemudian mambawa AS keluar dari kesepakatan itu pada 2018, disertai dengan memberlakukan sanksi yang memukul perekonomian Iran.

Trump menjadikan isu nuklir tersebut sebagai salah satu syarat untuk mengakhiri perang melawan Iran.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut