Iran Bantah Mohon ke Trump Hentikan Serangan: Tak Ada Komunikasi Apa pun!
WASHINGTON, iNews.id - Iran membantah keras klaim Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyebut para pejabat tinggi Teheran menghubunginya untuk meminta penghentian serangan militer AS. Seorang pejabat senior Iran menegaskan tidak ada komunikasi apa pun dengan Trump maupun pejabat AS lainnya di tengah eskalasi konflik yang terus meningkat.
Dalam wawancara dengan Al Jazeera, pejabat tersebut memastikan pemerintah Iran saat ini hanya fokus mempertahankan diri dari serangan serta mempersiapkan pembalasan terhadap AS. Dia menegaskan klaim Trump mengenai adanya permohonan dari pejabat Iran untuk menghentikan pemboman tidak benar.
“Tak ada komunikasi apa pun dengan Trump maupun pejabat AS lainnya saat ini,” kata pejabat tersebut, seraya menambahkan bahwa prioritas Iran adalah membela negara dan menyiapkan respons terhadap serangan militer Amerika.
Sebelumnya, Trump kembali melontarkan ancaman terhadap Iran. Presiden AS itu menegaskan militernya akan kembali menyerang Iran pada Kamis (11/6/2026) jika Teheran tetap menolak menandatangani kesepakatan damai berdasarkan proposal yang diajukan para negosiator Washington.
Dikutip dari Fox News, Trump menggunakan nada keras saat memperbarui ancamannya. Dia juga mengklaim sebanyak 49 rudal Tomahawk digunakan dalam serangan terbaru terhadap target-target di Iran pada Rabu (10/6/2026) malam waktu setempat.
Menurut Trump, beberapa rudal tersebut jatuh hanya sekitar 40 mil atau 64 kilometer dari Ibu Kota Teheran. Dia juga menyebut jet tempur AS beroperasi di wilayah udara Iran dan menghancurkan sistem radar serta pertahanan udara di bagian barat daya negara itu, dekat Teluk Persia.
“Presiden mengatakan jet tempur AS juga beroperasi di atas langit Iran, menghancurkan sistem radar dan sistem pertahanan udara di sebelah barat daya negara itu, dekat dengan Teluk Persia,” demikian laporan Fox News.
Trump kemudian mengklaim bahwa para pejabat tinggi Iran telah menghubunginya dan meminta agar AS menghentikan pemboman. Namun pernyataan tersebut segera dibantah oleh pihak Iran yang menyatakan tidak pernah melakukan kontak dengan Trump.
Ketegangan antara Washington dan Teheran terus meningkat setelah serangkaian serangan militer AS terhadap sejumlah target di Iran. Di tengah situasi tersebut, Iran menegaskan tidak akan tunduk pada tekanan dan ancaman, serta siap memberikan respons terhadap setiap tindakan yang dianggap mengancam kedaulatan negaranya.
Editor: Anton Suhartono