Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : AS Akan Terbitkan Uang Kertas Pecahan USD250, Rayakan Kemerdekaan ke-250
Advertisement . Scroll to see content

Intelijen Iran: AS Ubah Model Perang, Bukan Lagi Fisik tapi Ekonomi

Sabtu, 30 Mei 2026 - 07:36:00 WIB
Intelijen Iran: AS Ubah Model Perang, Bukan Lagi Fisik tapi Ekonomi
Kementerian Intelijen Iran menyebut AS telah mengubah model perang terhadap Teheran dari konfrontasi fisik menjadi tekanan ekonomi (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

TEHERAN, iNews.id - Kementerian IntelijenIran menyebut Amerika Serikat (AS) telah mengubah model perang terhadap Teheran dari konfrontasi fisik menjadi tekanan ekonomi dan perang kognitif. Iran mengeklaim AS kini menggunakan berbagai cara nonmiliter setelah disebut gagal mencapai tujuan lewat peperangan langsung.

Menurut Kementerian Intelijen Iran, strategi baru Washington mencakup tekanan ekonomi, serangan siber, penyelundupan senjata, pembunuhan, hingga kampanye media untuk memusuhi Iran. Langkah itu disebut sebagai bagian dari upaya melemahkan Republik Islam dari dalam.

“Musuh yang kalah di medan perang kini telah mengalihkan fokus ke perang lunak, perang kognitif, dan provokasi sosial,” bunyi pernyataan Kementerian Intelijen Iran, dikutip dari Al Jazeera, Sabtu (30/5/2026).

Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan AS meski negosiasi damai masih berlangsung. Iran juga memperingatkan akan menindak tegas setiap aktivitas mata-mata maupun gerakan separatisme di dalam negeri.

Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) kembali melontarkan ancaman keras terhadap AS. Militer Iran menegaskan pantai-pantai wilayahnya akan menjadi kuburan bagi pasukan Amerika jika terjadi agresi baru.

Wakil Kepala Urusan Politik Angkatan Laut IRGC Mohammad Akbarzadeh mengatakan kemungkinan perang lanjutan melawan AS sebenarnya kecil karena kekuatan Washington disebut melemah setelah konflik yang berlangsung hampir 40 hari.

“Kemungkinan perang rendah karena kelemahan musuh, tapi angkatan bersenjata sedang menunggu,” kata Akbarzadeh.

Dia menegaskan Iran siap menghadapi setiap bentuk serangan maupun pengkhianatan terhadap perjanjian damai yang sedang dinegosiasikan.

“Jangan ragu, kami akan mengubah wilayah dari Chabahar hingga Mahshahr menjadi kuburan bagi para agresor,” ujarnya, merujuk pada dua ujung pantai selatan Iran.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut