Intelijen Iran: AS Ubah Model Perang, Bukan Lagi Fisik tapi Ekonomi
TEHERAN, iNews.id - Kementerian IntelijenIran menyebut Amerika Serikat (AS) telah mengubah model perang terhadap Teheran dari konfrontasi fisik menjadi tekanan ekonomi dan perang kognitif. Iran mengeklaim AS kini menggunakan berbagai cara nonmiliter setelah disebut gagal mencapai tujuan lewat peperangan langsung.
Menurut Kementerian Intelijen Iran, strategi baru Washington mencakup tekanan ekonomi, serangan siber, penyelundupan senjata, pembunuhan, hingga kampanye media untuk memusuhi Iran. Langkah itu disebut sebagai bagian dari upaya melemahkan Republik Islam dari dalam.
“Musuh yang kalah di medan perang kini telah mengalihkan fokus ke perang lunak, perang kognitif, dan provokasi sosial,” bunyi pernyataan Kementerian Intelijen Iran, dikutip dari Al Jazeera, Sabtu (30/5/2026).
Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan AS meski negosiasi damai masih berlangsung. Iran juga memperingatkan akan menindak tegas setiap aktivitas mata-mata maupun gerakan separatisme di dalam negeri.
Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) kembali melontarkan ancaman keras terhadap AS. Militer Iran menegaskan pantai-pantai wilayahnya akan menjadi kuburan bagi pasukan Amerika jika terjadi agresi baru.