Inikah Alasan Mengapa Iran Menyerang UEA Membabi-buta?
TEHERAN, iNews.id - Serangan keras Iran terhadap Uni Emirat Arab (UEA) diduga dipicu oleh tuduhan bahwa pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di negara Teluk tersebut digunakan untuk melancarkan serangan mematikan ke wilayah Iran.
Teheran menilai serangan itu menyebabkan banyak korban sipil, termasuk ratusan siswi sekolah.
UEA, negara yang telah meneken kesepakatan normalisasi hubungan dengan Israel melalui Perjanjian Abraham, menjadi target serangan Iran hingga ke Abu Dhabi dan Dubai. Drone-drone Iran dilaporkan menargetkan bandara tersibuk di dunia di negara Teluk tersebut.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan, serangan terhadap sekolah di selatan Iran diluncurkan dari pangkalan militer AS Al Dhafra, UEA.
30% Korban Tewas Serangan AS-Israel ke Iran Anak-Anak, Rudal Ditembak dari UEA
Menurut IRGC, serangan rudal jelajah jarak jauh pada 28 Februari tersebut menghantam sekolah Shajare Tayebe dan menewaskan 165 siswi.
“Sasarannya adalah Pangkalan Udara Al Dhafra milik teroris Amerika Serikat. Serangan kriminal terhadap sekolah Shajare Tayebe yang menyebabkan kematian 165 siswi dilakukan dari pangkalan ini,” demikian pernyataan IRGC.
Drone Iran Hantam Bandara Dubai UEA, 4 Orang Luka-Luka
Pemerintah Iran mengungkap sekitar 30 persen korban tewas akibat serangan gabungan AS dan Israel merupakan anak-anak. Berdasarkan data Yayasan Martir dan Urusan Veteran Iran, hingga Jumat (6/3/2026) atau 7 hari sejak perang pecah, serangan gabungan tersebut telah menewaskan sedikitnya 1.230 orang.
Iran Serang Pangkalan AS, Ledakan Guncang Bahrain Qatar UEA hingga Kuwait
“Sayangnya, hingga saat ini, hampir 30 persen dari korban tewas adalah anak-anak,” kata juru bicara pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani.
Dia menambahkan, sekitar 3.090 bangunan tempat tinggal, 528 toko, serta 13 fasilitas medis ikut hancur akibat serangan tersebut. Di antara fasilitas yang terdampak terdapat sembilan fasilitas milik Bulan Sabit Merah.
Editor: Anton Suhartono