Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Wapres JD Vance: AS-Iran Gagal Capai Kesepakatan Damai
Advertisement . Scroll to see content

Ini Penyebab Perundingan AS-Iran Gagal Sepakati Perdamaian

Minggu, 12 April 2026 - 12:07:00 WIB
Ini Penyebab Perundingan AS-Iran Gagal Sepakati Perdamaian
Perundingan damai AS dan Iran gagal mencapai hasil positif. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

TEHERAN, iNews.id - Perundingan damai Amerika Serikat (AS) dan Iran di Islamabad, Pakistan, Sabtu (11/4/2026), gagal mencapai hasil positif karena kedua pihak tidak sepaham dalam dua isu. Padahal AS dan Iran telah sepakat pada isu-isu lainnya.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran Esmail Baghaei menyebut dua atau tiga isu yang tidak disepakati kedua pihak.

"Kami mencapai kesepahaman mengenai sejumlah isu, tapi pandangan kami berbeda pada dua atau tiga isu penting, dan pada akhirnya pembicaraan gagal menghasilkan kesepakatan," kata Baghaei, seperti dikutip oleh kantor berita Mehr, Minggu (12/4/2026).

Dia tak memerinci dua isu tersebut, namun menjelaskan perundingan berfokus pada Selat Hormuz, isu nuklir, ganti rugi, pencabutan sanksi, serta penyelesaian akhir konflik di kawasan.

Menurut Baghaei, keberhasilan perundingan bergantung pada keseriusan niat AS, penolakan terhadap maksimalisme, serta pengakuan terhadap hak-hak Iran.

Dia menambahkan perundingan AS-Iran digelar dalam suasana ketidakpercayaan. Menurut Baghaei, tidak ada satu pihak pun yang yakin kesepakatan tercapai dalam semalam. 

Perundingan AS-Iran berlangsung selama 21 jam. Delegasi AS dipimpin Wakil Presiden JD Vance, sementara Iran oleh ketua parlemen Mohammed Bagher Ghalibaf. 

"Pembicaraan ini diadakan dalam suasana ketidakpercayaan dan kecurigaan. Tentu saja, sejak awal, kita seharusnya tidak mengharapkan kesepakatan tercapai dalam semalam. Tidak ada yang punya harapan seperti itu," kata Baghaei.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut