Ini Pengakuan Najib soal Dana 1MDB dan Perhiasannya yang Disita Polisi
LANGKAWI, iNews.id - Najib Razak angkat bicara soal berbagai aset miliknya serta kasus 1Malaysia Development Berhad (1MDB) yang menjeratnya.
Kepada Reuters, mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia itu menjelaskan soal ratusan tas desainer, uang, perhiasan, serta barang mewah lainnya yang disita oleh pihak berwenang dan bagaimana dia mengatasi penyelidikan tersebut.
Terkait skandal korupsi 1MDB Najib mengaku tidak tahu menahu soal dana negara yang masuk ke rekening pribadinya.
“Saya tidak mendapat manfaat dari 1MDB, karena saya percaya 1MDB dibuat untuk melakukan sesuatu yang baik bagi negara. Jika saya tahu akan ada penyalahgunaan dana, jika itu adalah pengetahuan saya, saya akan bertindak," kata Najib, kepada Reuters, Kamis (21/6/2018).
Dia menyebut kesalahan ada pada dewan 1MDB karena tak menyadari adanya kesalahan.
Selain itu, Najib juga mengaku tak tahu menahu soal liontin berlian miliknya yang disita polisi. Najib mengatakan ada perhiasan yang dimaksudkan menjadi hadiah bagi istrinya, Rosmah Mansor, namun dia tidak pernah menerimanya.
“Saya tidak tahu persis sumber pendanaan untuk hal-hal ini. Yang saya tahu adalah ketika saya bertanya kepada istri saya, dia mengatakan ada satu contoh yang seharusnya menjadi hadiah untuknya. Tapi dia tidak pernah menerimanya,” jelas Najib.
Para jaksa Amerika Serikat (AS) menuduh bahwa lebih dari 4,5 milyar dolar AS dari dana 1MDB dicuci melalui jaringan kompleks transaksi dan perusahaan shell. Kementerian Kehakiman AS (DoJ) mengajukan beberapa tuntutan hukum untuk mengklaim sekitar 1,7 milyar dolar AS dalam aset yang diyakini dicuri dari 1MDB.
Beberapa aset yang dicari antara lain lukisan Picasso, real estate mewah di California Selatan dan New York, saham di sebuah perusahaan produksi Hollywood, kapal pesiar seharga 265 juta dolas AS, serta perhiasan senilai lebih dari 200 juta dolar AS, termasuk liontin berlian merah muda 22 karat dan kalung.
"Dan sampai hari ini kami tidak tahu, dia (Rosmah) mengatakan barang itu bukan miliknya," kata Najib.
Editor: Nathania Riris Michico