Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Trump Ngotot kepada Netanyahu, Negosiasi Nuklir dengan Iran Harus Berlanjut
Advertisement . Scroll to see content

Ini Isi Instruksi Presiden Trump Ubah Nama Departemen Pertahanan Jadi Departemen Perang

Jumat, 05 September 2025 - 14:57:00 WIB
Ini Isi Instruksi Presiden Trump Ubah Nama Departemen Pertahanan Jadi Departemen Perang
Donald Trump menandatangani Instruksi Presiden mengubah nama Departemen Pertahanan menjadi Departemen Perang, Jumat (5/9) (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menandatangani Instruksi Presiden untuk mengubah nama Departemen Pertahanan menjadi Departemen Perang, Jumat (5/9/2025) waktu Washington DC. Langkah mengejutkan ini menandai kebangkitan istilah lama yang pernah digunakan sejak era Presiden George Washington hingga 1947.

Instruksi Presiden: Pesan Kesiapan dan Tekad

Dalam dokumen resmi yang diungkap BBC, Trump menekankan bahwa istilah Departemen Perang lebih mencerminkan ketegasan dibanding Departemen Pertahanan yang dianggap terlalu pasif.

“Nama Departemen Perang memberikan pesan kesiapan dan tekad lebih kuat dibandingkan dengan Departemen Pertahanan yang hanya menekankan kemampuan pertahanan. Pemulihan nama ini akan mempertajam fokus departemen pada kepentingan nasional dan memberi sinyal kepada musuh bahwa Amerika siap berperang demi mengamankan kepentingannya,” tulis Instruksi Presiden tersebut.

Disebutkan pula, pemulihan nama tersebut "akan mempertajam fokus Departemen ini pada kepentingan nasional dan memberi sinyal kepada musuh-musuh bahwa Amerika siap berperang demi mengamankan kepentingannya."

Instruksi itu juga memperbolehkan menteri, pejabat, dan lembaga di bawah Pentagon menggunakan nama baru sebagai gelar sekunder mulai saat ini.

Pete Hegseth Jadi Menteri Perang

Perubahan nama ini otomatis mengubah gelar Menteri Pertahanan Pete Hegseth menjadi Menteri Perang. Trump bahkan memerintahkan Hegseth untuk melobi Kongres dan lembaga eksekutif agar perubahan ini dapat disahkan secara permanen.

Instruksi Trump juga menyinggung bahwa Pentagon selama ini terlalu fokus pada program keberagaman, kesetaraan, dan inklusi, yang menurut Trump dan Hegseth dianggap bagian dari “ideologi woke.” Mereka ingin mengembalikan fokus Pentagon pada “perang” dan “etos prajurit.”

Biaya Perubahan Nama Fantastis

Meski belum diumumkan secara resmi, media AS memperkirakan perubahan nama ini akan menghabiskan miliaran dolar. Biaya itu meliputi perombakan ratusan lembaga, lambang resmi, alamat email, papan nama, hingga seragam militer. Ironisnya, kebijakan ini justru bertentangan dengan rencana pemangkasan anggaran yang tengah didorong pemerintahan Trump.

Meski sudah diteken, perubahan ini belum final. Sesuai aturan, Kongres AS berwenang penuh untuk mengubah atau membentuk departemen. Selain itu, perubahan nama juga masih harus melalui tinjauan hukum sebelum bisa berlaku permanen.

Nama Departemen Perang pertama kali digunakan pada 1789, sejak Presiden George Washington, dan bertahan hingga 1947. Setelah Perang Dunia II, nama itu diubah menjadi Departemen Pertahanan untuk mencerminkan orientasi menjaga perdamaian pascaperang. Kini, Trump berusaha menghidupkan kembali nama yang sarat simbol kekuatan militer itu.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut