Ilmuwan Temukan Lagi Varian Baru Corona, Cepat Menular dan Menginfeksi Lebih Lama
HOUSTON, iNews.id - Ilmuwan di Houston, Texas, Amerika Serikat, kembali menemukan virus corona varian baru yang diberi nama BV-1. Varian baru tersebut ditemukan pada seorang pasien Covid-19 yang mengalami gejala ringan.
Dalam pemeriksaan diketahui, BV-1 masih terkait dengan varian virus corona Inggris, B117, dan memiliki susunan genetik yang berpotensi mengkhawatirkan. Hal yang lebih mengkhawatirkan ada indikasi BV-1 kemungkinan tidak merespons antibodi.
Sang pasien, yakni mahasiswa Universitas Texas A&M, pertama kali dinyatakan positif pada 5 Maret. Berdasarkan tes kedua yang dilakukan pada 25 Maret, hasilnya masih menunjukkan positif.
Ini mengindikasikan BV-1 mampu menyebabkan infeksi lebih lama dibandingkan varian-varian lainnya. Pasien baru dinyatakan negatif berdasarkan tes pada 9 April.
Vaksin Covid-19 Novavax Efektif 89,3 Persen, Bisa Lawan Corona Varian Baru
Para ilmuwan mengatakan, mahasiswa tersebut menunjukkan beberapa gejala ringan seperti flu. Gejala-gejala ini bahkan belum sepenuhnya hilang hingga 2 April.
WHO Sebut Virus Corona Varian Baru Sudah Menyebar ke 70 Negara
"Kami sampai saat ini belum mengetahui secara menyeluruh dari varian ini, tapi ini memiliki kombinasi mutasi yang serupa dengan variant of concern lain yang dilaporkan secara internasional," kata Ben Neuman, kepala virolog Global Health Research Complex (GHRC) Universitas Texas A&M, dikutip dari Xinhua, Selasa (20/4/2021).
Dia memaparkan, varian ini menggabungkan penanda genetik yang secara terpisah diasosiasikan dengan laju penularan yang cepat, tingkat keparahan penyakit yang tinggi, serta resistansi yang kuat terhadap antibodi penetral.
Para ilmuwan, lanjut dia, akan terus memantau untuk menemukan lebih banyak kasus varian tersebut.
Editor: Anton Suhartono